alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Satu Buron, Dua Dibekuk

• Pembobol Konter Jalan Pangeran Antasari

23 Juli 2020, 11: 05: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

Satu Buron, Dua Dibekuk

KOTA, Radar Tulungagung - Kasus pembobolan konter handphone di Jalan Pangeran Antasari atau tepatnya di sekitar ruko Stasiun Tulungagung mendapat titik terang. Dua dari tiga kawanan pencuri yang menguras handphone, laptop, dan voucher pulsa senilai Rp 30 juta di konter milik Arif Zainuddin, warga Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, telah berhasil dibekuk polisi.

Informasi yang berhasil dihimpun, dua pencuri dengan pemberatan (curat) tersebut yang berhasil diamankan yakni Heri Prasetio (HE) alias Badut, warga Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya dan Marsam (MR), warga Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Surabaya. Namun, untuk MR sekarang masih ditangani Polrestabes Surabaya dalam perkara lain.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Bripka Endro Purnomo menjelaskan terungkapnya kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi akhir Juni lalu ini. Setelah petugas berhasil mengetahui ciri-ciri pelaku yang diduga lebih dari dua orang dari hasil penyelidikan dengan menggali keterangan sejumlah saksi dan hasil olah TKP. “Dari hasil itu, petugas lantas mencari keberadaan mereka (kawanan pencuri, Red) dan mendapati informasi bahwa para pelaku berada di Surabaya,” jelasnya.

Selanjutnya, petugas berkoordinasi dengan anggota Resmob Surabaya dan menemukan keberadaan kedua pelaku yakni HE dan MR. Mereka kemudian diamankan di sebuah rumah kos masuk Kelurahan Banyu Urip. Sayang, satu pelaku yakni MS adik dari MR berhasil kabur. Dari tangan kedua pelaku ini, jelas Endro, polisi menyita barang bukti berupa 19 ponsel, 2 buah laptop, dan 10 voucher perdana yang diduga hasil pencurian.

Tak hanya itu saja, sebuah gembok, 1 unit sepeda motor Honda Beat warna biru putih beserta STNK, helm dan kunci sebagai sarana pelaku, 1 palu, dan 1 kunci L diduga sebagai alat membobol, juga turut diamankan. "Karena MR memiliki perkara lain di Polrestabes Surabaya, sementara masih HE yang digelandang ke Mapolres,” terangnya.

Disinggung terkait peran masing-masing, jelas Endro, HE berperan mengawasi, sedangkan MS bertugas mengetuk pintu sebanyak tiga kali dengan tujuan memastikan bahwa di dalam konter tidak ada orang. Sedangkan MR bertugas mencungkil gembok dengan menggunakan palu dan kunci L. Selanjutnya, mereka menjarah semua isi di konter. "Mereka satu kawanan ada peran masing-masing. Kini tim satreskrim tengah mendalami kasus tersebut untuk mengetahui ke mana saja HE beraksi," terangnya.

Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman lima tahun hukuman penjara. (*)

(rt/lai/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia