alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Sindikat Narkotika Lintas Daerah Dibekuk

25 Juli 2020, 12: 15: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

TAK BERKUTIK : KEDUA TERSANGKA SINDIKAT NARKOTIKA JENIS SABU MENUJU TEMPAT RILIS PERS DI POLRES TRENGGALEK, BEBERAPA WAKTU LALU

TAK BERKUTIK : KEDUA TERSANGKA SINDIKAT NARKOTIKA JENIS SABU MENUJU TEMPAT RILIS PERS DI POLRES TRENGGALEK, BEBERAPA WAKTU LALU (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Sindikat narkoba golongan I lintas daerah berhasil dibekuk satuan reserse narkoba (Satreskoba) Polres Trenggalek. Polisi bahkan harus menghadiahi seorang diantaranya dengan timah panas. Mereka diduga berperan sebagai pengedar, kini tim masih menyelidiki jaringan obat haram itu lebih lanjut. 

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring mengatakan, tim telah mengamankan beberapa barang bukti, berupa dua poket sabu-sabu seberat 0,98 dan 0,99 gram, uang Rp 300 ribu, dompet warna coklat, HP merk Samsung A7, sepeda motor Yamaha Vixion AG 2171 RAY, serta lakban warna hitam. "BB diamankan dari tangan EF, 29, warga Boyolangu, Tulungagung," ujarnya.

Penangkapan EF, kata Doni, terjadi di pinggir jalan masuk Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek. Pada 19 Juli 2020 lalu, sekitar pukul 22.30, pelaku hendak bertransaksi. Namun transaksi itu pun berujung gagal, setelah tim menangkap pelaku di tempat kejadian perkara (TKP). "Pelaku menyembunyikan BB di dalam saku celana sebelah kanan," ujarnya.

Hasil penyelidikan sementara, lanjut dia, EF berniat memenuhi pesanan sabu-sabu dari ZH warga Ponorogo. Kemudian ZH akan memberikan sejumlah imbalan untuk 2 gram senilai Rp 2,2 juta. "EF mengaku mendapat sabu-sabu dari AR alias Dul," kata dia.

Sementara dari pengembangan kasus, kata Doni, EF mengaku dapat sabu-sabu dari AR. Menurut pelaku, mereka bertransaksi di Terminal Gayatri, Tulungagung pada 19 Juli 2020, sekitar pukul 19.00. EF membeli sabu-sabu dua poket senilai Rp 2,3 juta. "Mereka berdua menggunakan cara ranjau, dengan menaruh BB di pot bunga, di Terminal Gayatri, Tulungagung," ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan terkena pasal 114 ayat (1) subsider pasal 12 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2008 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana minimal 4 tahun dan paling lama 12 tahun hukuman. Adapun denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 Miliar.

Tersangka EF mengaku, nekat menjadi pengedar karena tuntutan ekonomi. "Buat beli bensin," kata dia. (*)

(rt/pur/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia