alexametrics
Jumat, 14 Aug 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Siswa MAN 1 Trenggalek

Ayu dan Cika, Peraih 10 Besar pada Mapel Matematika

Berprestasi pada Liga Olimpiade Nasional 2020

27 Juli 2020, 19: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

Ayu dan Cika, Peraih 10 Besar pada Mapel Matematika

Tugas utama pelajar adalah belajar. Mungkin itu yang dicamkan betul oleh Widya Ayu Ratnaningrum dan Tria Khoirun Nasikhah. Pasalnya, dengan belajar, selain menambah ilmu tentang pembelajaran di sekolah, berbagai prestasi akademik diperoleh. Baru-baru ini kedua siswi kelas XII MAN 1 Trenggalek tersebut baru saja masuk 10 besar liga olimpiade matematika tingkat nasioal yang diselenggarakan oleh Club Olimpiade bekerja sama dengan Universitas Sumatra Utara, lewat online.

ZAKI JAZAI, Kota, Radar Trenggalek

Belajar di rumah selama pandemi korona seperti saat ini, termasuk di wilayah Kota Keripik Tempe, harus dimaksimalkan betul oleh semua pelajar. Sebab jika tidak benar-benar dipraktikkan, siswa bersangkutan dipastikan akan ketinggalan belajar. Sehingga proses belajar di rumah tersebut harus terus dilakukan agar wawasannya bertambah. Seperti yang dilakukan oleh siswi MAN 1 Trenggalek, Widya Ayu Ratnaningrum dan Tria Khoirun Nasikhah.

Ketika aktivitas belajar di rumah diberlakukan mulai pertengahan bulan Maret lalu, kedua siswi tersebut terus menyisakan waktu untuk belajar. Sehingga ketika pulang ke rumah masing-masing, buku pelajaran turut menemani mereka setiap hari. Itu dilakukan untuk mempermudah proses pembelajarannya nanti.

"Kendati berada di rumah, itu bukan dikatakan libur. Makanya saya selalu menyediakan waktu belajar yang sama seperti apa yang dilakukan ketika bersekolah," tutur Ayu, sapaan akrab Widya Ayu Ratnaningrum, kepada Jawa Pos Radar Trenggalek ini.

Apalagi setiap kali belajar, gadis asal Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, ini selalu memiliki target sendiri. Satu hari minimal harus paham materi yang dipelajari. Tak ayal, jika materi yang dipelajari sedikit sulit, dirinya terus mempelajarinya hingga bisa. Dari situ, tak jarang, dirinya mencari sumber lain selain buku pelajaran yang didapat di sekolah untuk memahami hal tersebut. "Itu merupakan target pribadi saya. Sebab jika belum paham, rasanya ada yang kurang. Makanya proses belajar itu terus saya lakukan," katanya.

Mata pelajaran (mapel) yang paling disukainya saat ini adalah matematika. Uuknt memecahkan satu soal, khususnya soal cerita, diperlukan kejelian khusus karena harus hafal rumus yang diinginkan jika pekerjaan ingin cepat selesai. Selain itu, dibutuhkan kejelian untuk memasukkan angka-angka yang ada dalam soal hingga ketelitian untuk menghitungnya.

Jika salah sedikit saja pada proses tersebut, akan memengaruhi hasil akhir. Prosesnya harus diulangi dari awal, termasuk membaca kembali soal agar lebih memahami. Dari situ, mapel tersebut lebih menantang untuk terus didalami. Tidak sedikit pelajar menganggap bahwa itu merupakan mapel yang sulit.

Ternyata hal tersebut ditekuni betul oleh Ayu. Buktinya ketika ada pendaftaran liga olimpiade, dirinya tidak segan untuk berpartisipasi. Mapel yang dipilih adalah matematika, sesuai kesukaannya. Liga olimpiade kali ini berbeda dengan tahun sebelummya karena dilakukan secara online. "Pelaksanaannya Minggu lalu (12/7). Saat itu saya harus menghadap komputer untuk mengerjakan soal tersebut," tutur siswi MAN 1 Trenggalek ini.

Ada 30 soal yang harus dikerjakannya dengan waktu satu jam. Selama proses mengerjakan, dirinya tidak bisa ke mana-mana dan tidak membuka buku apa pun. Waktu terus berjalan ketika dirinya mulai masuk halaman naskah. Jika tidak menguasai materi, dipastikan waktu yang diberikan tidak akan cukup. Selain itu, ketika proses tersebut jaringan internet harus stabil karena soal dikirimkan secara online.

Tak ayal, dengan ketekunannya terus belajar, akhirnya dirinya mampu menyelesaikan seluruh soal tersebut hingga meraih juara kelima dari hampir 500 peserta di seluruh Indonesia. "Semoga saja dengan perolehan sebagai juara lima ini, semakin memotivasi saya untuk terus belajar dan melanjutkan pendidikan nanti," jelas Ayu.

Hal serupa juga dilakukan oleh Cika, sapaan akrab Tria Khoirun Nasikhah. Dirinya memilih mapel matematika pada Liga olimpiade tersebut karena sejak awal menyukai matematika. Sebab, soal yang ada, khususnya soal cerita, cukup menantang untuk dipecahkan. "Jika saat belajar saya belum bisa memecahkan, rasanya seperti ada yang mengganjal. Makanya tidak bisa tenang jika belum bisa memecahkan," imbuhnya.

Untuk waktu belajar yang dilakukan Cika, setiap hari berbeda. Terlebih dahulu mengumpulkan niat dan keinginan untuk belajar. Saat belajar, Cika tidak pernah lama hingga berjam-jam. Meskipun hanya beberapa menit, kalau sudah memahami materi, langsung diterapkan pada soal-soal yang ada. Setelah membaca buku materi, dirinya juga menyiapkan soal yang nanti dibahas.

Alasan dirinya mengikuti Liga Olimpiade tersebut, yakni sertifikat yang dikeluarkan diakui. Sehingga bisa dilampirkan dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). Hasilnya, Cika meraih juara delapan. "Syukurlah saya mampu bersaing dalam olimpiade itu. Semoga saja bisa lebih memotivasi ke depan untuk berprestasi lagi," jlentreh gadis asal Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari ini. (*)

(rt/zak/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia