alexametrics
Jumat, 14 Aug 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features

IURAN JKN-KIS HARI INI, INVESTASI KETIKA TUA NANTI

28 Juli 2020, 09: 16: 37 WIB | editor : Bella Orlandis

IURAN JKN-KIS HARI INI, INVESTASI KETIKA TUA NANTI

PRINSIP gotong royong dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah dirasakan manfaatnya oleh Mirzantio Erdinanda (37). Tidak hanya itu, Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Pacitan ini merasa iuran yang dibayarkan setiap bulan tak ubahnya seperti sebuah investasi. Buah dari investasi tersebut diyakininya akan dipetik di kemudian hari, entah dalam waktu dekat ini atau saat tua nanti.

“Ini kan kalau dipikir-pikir jadinya seperti tabungan, pasti akan kepakai. Ya kalau tidak dalam waktu dekat, kepakainya saat tua, yakin saya soal itu. Orang kalau sudah tua kan kondisi fisiknya sudah berbeda, kemungkinan menggunakan kartu ini akan sangat besar,” ujarnya sembari menunjukkan KIS (Kartu Indonesia Sehat) miliknya.

Tio, panggilan akrabnya, mengaku selama ini belum pernah menggunakan kartu berwarna hijau putih yang dipegangnya tersebut. Namun, ayahnya yang juga seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) pernah menggunakan dan dirasa sangat bermanfaat.

“Kalau keluarga kecil sih belum pernah ya, Alhamdulillah sehat selalu. Semoga tidak pernah terpakai sih. Artinya selalu sehat kan. Ayah saya yang sudah menggunakan untuk operasi HNP (hernia nukleus pulposus, atau syaraf terjepit,-red) tahun lalu, dan hingga saat ini juga masih terapi, jadi masih terpakai terus itu kartunya,” katanya sambil tersenyum.

Oleh karena itulah Jaksa asal Kota Malang ini meyakini bahwa iuran yang dia bayarkan akan dituai di hari tua nanti.

“Melihat pengalaman bapak sih, di masa muda kan tidak pernah terpakai itu kartu Askes-nya baru-baru ini saja setelah beliau sepuh dipakai itu kartunya, dan Alhamdulillah sangat banyak membantu,” ucapnya.

Tio juga mengibaratkan iuran JKN-KIS ini sebagai upaya saling membantu antara mereka yang muda kepada mereka yang tua. Iuran yang dikumpulkan oleh pekerja yang masih muda dan sehat dipergunakan untuk biaya pengobatan pekerja yang telah berusia lanjut.

“Jangan merasa rugi kalau saat muda tidak menggunakan kartu (JKN-KIS, -red) dan tidak bisa mengambil tabungan ini, wong ya pasti keambil kok saat tua, tinggal nunggu saatnya saja,” jelasnya sambil tersenyum.

Tio berpesan pada para ASN yang belum pernah memanfaatkan JKN-KIS untuk berobat agar memandang iuran yang mereka bayarkan setiap bulan sebagai pemberian sedekah atau bantuan untuk pengobatan senior mereka, karena nantinya mereka juga akan berada di posisi yang sama.

“Kita akan menempati posisi mereka, menjadi tua dan membutuhkan dukungan penyemangat. Kita yang masih muda ini harus menjadi penyemangat mereka,” pungkasnya.(ar/ck)

(rt/dre/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia