alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar
Hari ini Direncanakan Buka Kembali

Perpanjang Penutupan Pasar Sutojayan

Surat Bebas Covid-19 Tak Jaminan Aman

28 Juli 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

AKTIF HARI INI: Seorang petugas sedang melakukan sterilisasi pasar sutojayan.

AKTIF HARI INI: Seorang petugas sedang melakukan sterilisasi pasar sutojayan. (RAPI FOR RADAR BLITAR)

SUTOJAYAN, Radar Blitar – Jadwal  pembukaan Pasar Sutojayan direncanakan kemarin (27/7) setelah  tutup beroperasi atau lockdown dua hari, ternyata molor. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar memperpanjang penutupan pasar tersebut hingga Senin (27/7). Dengan alasan masih proses pemeriksaan terhadap kontak erat  terhadap pedagang yang positif.                      

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Kabupaten Blitar Tavip Wiyono mengatakan, perpanjangan penghentian operasi sementara Pasar Sutojayan, karena direncanakan ada pemeriksaan lanjutan kontak erat pedagang yang positif korona. “Iya diperpanjang lockdown hari ini ( kemarin, Red) dilakukan pemeriksaan terhadap kontak erat,” katanya.

Dia mengaku, belum mengetahui detail jumlah pedagang Pasar Sutojayan yang kontak erat dengan pedagang positif. Lantaran menjadi kewenangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blitar. “Perpanjangannya sehari, besok (hari ini, Red) sudah normal kembali,” katanya.

Disinggung alternatif untuk mencegah kasus serupa terjadi di pasar lain, Tavip mengatakan, protokol kesehatan sudah diberlakukan. Penyemprotan dan pemeriksaan secara berkala juga dilaksanakan.

Bahkan, kata dia, ada pedagang reaktif yang kemudian dinyatakan positif korona dari aktivitas screening berkala dinasnya bekerjasama dengan GTPP Covid-19. “Imbauan serta penyediaan sarana protokol kesehatan di pasar terus kita lakukan. Tinggal bagaimana masyarakat meningkatkan kesadaran di tengah pandemi korona ini,” tuturnya.

Ada sekitar 6 pasar sudah disentuh tracing dengan rapid test. Setelah kasus di Pasar Sutojayan, pihaknya bakal melakukan pengawasan lebih ketat di pasar tradisional. Rencananya disediakan petugas kontrol suhu pengunjung pasar. Bahkan, jika diperlukan pihaknya akan dimintai surat keterangan bebas Covid-19, khusus bagi pedagang dari luar daerah atau dari zona merah. “Jika diperlukan maka kami akan lakukan (minta surat keterangan bebas Covid-19, Red). Yang jelas, sterilisasi akan lebih dimasifkan,” ujarnya.

GTPP Covid-19 Kabupaten Blitar memang menduga, pedagang Pasar Sutojayan yang terkonfirmasi positif, itu terjadi setelah kontak dengan pedagang grosir dari luar daerah. Khususnya pedagang dari Tulungagung dan Surabaya yang notabene zona merah. Namun, surat keterangan bebas Covid-19 bukan satu satunya jalan untuk memutus rantai Covid-19. “Sebenarnya yang paling utama itu adalah disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan,” kata juru bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti.

Menurut dia, surat keterangan bebas Covid-19 juga tidak menjadi jaminan bebas korona. Terlebih yang digunakan sebagai dasar untuk penerbitan surat keterangan ini hanya rapid test. Sebab, tidak menutup kemungkinan kasus penyebaran virus terjadi karena kontak dengan orang tanpa gejala (OTG). “Orangnya memang sehat, tapi kalau ternyata OTG gimana,” tuturnya.

Disinggung soal hasil pemeriksaan sampel swab untuk 30 kontak erat pegawai BNNK Blitar yang terkonfirmasi positif, Krisna mengaku belum menerima hasil pemeriksaan dari laboratorium rujukan. begitu juga dengan empat orang kontak erat warga Desa Krisik, Kecamatan Gandusari. “Belum, hasil pemeriksaannya belum keluar,” katanya. (*)

(rt/muh/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia