alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek
Stimulus Gairah Era New Normal

Usaha Mikro Bakal Digelontor Rp 6 M

28 Juli 2020, 12: 30: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

BELI MASKER : Penjual menwarkan dagangannya berupa masker kepada calon pembeli di sekitar Alun-alun Trenggalek kemarin (27/7)

BELI MASKER : Penjual menwarkan dagangannya berupa masker kepada calon pembeli di sekitar Alun-alun Trenggalek kemarin (27/7) (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek -

Pemerintah kabupaten (Pemkab) Trenggalek mewacanakan penggelontoran dana Rp 6 M bagi para usaha mikro (UM) Agustus nanti. Penggelontoran dana itu dinilai sebagai stimulus untuk menggerakkan roda perekonomian baru, usai terimbas Covid-19. 

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek Agoes Setiyono menyebut, UM yang dimaksud adalah seluruh kegiatan produksi barang dan jasa yang memiliki aset maksimal Rp 50 juta, di luar tanah dan bangunan. "Misalnya, pedagang kaki lima (PKL) dan sebagainya," ungkapnya. 

Menurut dia, pandemi Covid-19 membuat pelaku usaha banyak yang mengeluh omzetnya turun drastis, sampai membuat modal usaha mereka terkikis. Untuk itu, suntikan dana untuk para UM dinilai sebagai stimulus untuk membangkitkan gairah ekonomi. “Ketika mereka memulai usaha, mereka bingung modalnya habis. Jadi ini semacam modal usaha awal untuk mereka," cetusnya. Dia menambahkan, UM yang menjadi sasaran utama karena mereka membutuhkan modal cepat.

Disinggung terkait pendataan, kata dia, proses pendataan dan verifikasi sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Sementara insentif yang berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) itu renananya disalurkan pada Agustus nanti. 

Sementara Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin membenarkan, insentif itu berupa dana pemulihan ekonomi. Menurut dia, para pelaku UM yang paling terdampak pandemi Covid-19 selama ini. Pasalnya, dimulai sejak lima bulan lalu, pemasukan usaha mikro menurun. Sedangkan, ketika masuk masa adaptasi kebiasaan baru, ironis mereka harus bersiap untuk kembali bekerja. "Stimulus akan kami berikan karena pelaku usaha mikro butuh modal dan operasional usaha untuk kembali memulai usahanya. Ini untuk membantu mereka," ucapnya.

Dia mengatakan, hingga saat ini sudah ada sekitar 11 ribu hingga 12 ribu pelaku usaha mikro yang sudah terdata. Total dana bantuan yang tersedia akan disalurkan kepada para pengusaha mikro itu. "Rp 6 miliar itu dibagi antara 11 ribu atau 12 ribu. Mungkin per pelaku usaha bisa mendapat sekitar Rp 500 ribu," ujarnya. (tra/tin)

(rt/pur/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia