alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar
Sasaran Operasi Beragam

Temukan Pengendara Di Bawah Umur

28 Juli 2020, 14: 08: 08 WIB | editor : Bella Orlandis

AGAR PATUH: Polisi memberi pengarahan pelanggar lalu lintas saat Operasi Patuh Semeru di Jalan Merdeka.

AGAR PATUH: Polisi memberi pengarahan pelanggar lalu lintas saat Operasi Patuh Semeru di Jalan Merdeka. (ADITYA YUDA SETYA PUTRA / RADAR BLITAR)

SANANWETAN, Radar Blitar- Para orang tua harus lebih memperhatikan buah hatinya. Termasuk untuk taat berlalu lintas. Sebab, Satlantas Polres Blitar Kota masih temukan adanya pelanggaran. Yakni pengendara di bawah umur.

Kepala Urusan Pembinaan Operasi Satuan Lalu Lintas (KBO Satlantas) Polres Blitar Kota, Iptu Nanik Suryana mengatakan, ada beragam jenis pelanggaran. Pengendara di bawah umur salah satunya. Pelanggaran lain yakni tidak mengenakan helm, tidak menunjukkan surat-surat kelengkapan berkendara, dan kedapatan melawan arus. “Baru empat hari Operasi Patuh Semeru digelar, pihaknya mendapati sekitar 100 pelanggar lalu lintas,” ujarnya.   

Dia mengatakan, perlu dibangun kesadaran masyarakat agar mematuhi peraturan lalu lintas. Termasuk kelengkapan berkendara. Ini juga untuk menekan kecelakaan. "Kita ketahui bahwa kecelakaan itu kan diawali dari pelanggaran," tegasnya.

Untuk menekan angka kecelakaan itu, lanjut Nanik, salah satunya dengan operasi yang kini digelar kepolisian, hingga Agustus mendatang.

Sasaran operasi beragam. Di antaranya pelanggaran pengemudi atau pengendara di bawah umur, pemakaian helm, pengoperasian handphone (HP) saat berkendara, dan penggunaan sabuk pengaman. Hal lain yang juga jadi perhatian polisi yakni berkendara melebihi batas kecepatan, pengaruh minuman keras, melawan arus, dan penggunaan rotator atau sirine.

Teknis operasi tersebut, yakni dibagi dalam tiga satuan tugas (satgas). Di antaranya satgas preentif, bertugas untuk sosialisasi melalui media. Satgas preventif sosialisasi di lapangan, dan satgas represif bertugas menindak pelanggar di lapangan.

Meski demikian, lebih difokuskan pada sosialisasi dan bukan penindakan. "Penindakan itu 20 persen. Memang di sini penindakan lebih sedikit karena kita lebih memfokuskan kepada preentif dan preventif," ujar wanita berhijab itu.

Selain lalu lintas, korps baju cokelat itu juga mendisiplinkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Seperti penggunaan masker, physical distancing. "Apabila kami mengetahui mereka (pengguna jalan, Red) tidak menggunakan masker atau jaraknya terlalu dekat, kami hentikan untuk diberikan imbauan," sebut perwira berpangakat dua balok di pundak ini. (*)

(rt/tya/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia