alexametrics
Sabtu, 15 Aug 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Mengenal Mukti, Pengusaha Cutting Sticker

Bikin Vespa Safety, Kerap Tolak Pelanggan dari Luar Kota

Juga Modifikator Vespa

29 Juli 2020, 18: 05: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

HARUS PAHAM: Mukti ketika mengecek vespa modifikasinya agar tetap aman jika dikendarai.

HARUS PAHAM: Mukti ketika mengecek vespa modifikasinya agar tetap aman jika dikendarai. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

Hobi, jika ditekuni akan berbuah hasil. Mungkin itulah yang dialami Mukti. Pasalnya, dari hobi mengendarai vespa dan memodifikasinya, kini dia dikenal sebagai modifikator vespa andal di Trenggalek. Bahkan berkat keahliannya, kerap diminta pecinta vespa dari perbagai daerah untuk membentuk motor milik mereka.

Terima pesanan cutting sticker, tulisan seperti itulah yang terbaca jelas pada salah satu rumah, masuk wilayah Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari. Namun, ada hal yang berbeda ketika Jawa Pos Radar Trenggalek ini mengunjungi rumah tersebut kemarin (28/7). Betapa tidak, bukannya komputer, kertas stiker, dan sebagainya yang terlihat, pada halaman depan rumah tersebut justru terlihat empat unit vespa. Dari empat unit motor pabrikan Italia tersebut, ada satu unit yang sudah terlihat bagus dan siap dikendarai.

Bersamaan itu, terlihat seorang pria sedang mengecek satu unit vespa yang siap jalan tersebut. Terlihat dirinya begitu teliti mengecek setiap bagian vespa tersebut agar aman digunakan. Jika ditemukan bagian yang kurang pas, pria tersebut langsung memperbaikinya. Ya, dialah Mukti, pemilik rumah tersebut yang juga mahir memodifikasi vespa. "Jika ingin pesan stiker, ayo ke dalam. Tapi jika ingin melihat vespa, cukup di sini saja," ungkap Mukti kepada Koran ini.

Ternyata hobinya dalam mengutak-atik vespa tersebut sudah dilakukannya sejak tahun 1997 lalu. Saat itu dirinya kerap sekali berkeliling kota dengan vespa miliknya. Lambat laun seiring pekembangan waktu, jarang ada orang yang mau membuka bengkel khusus vespa. Namun dirinya tetap ingin menyalurkan hobinya tersebut. Dari situ, dirinya mencoba memperbaiki motornya sendiri. "Pertama memodifikasi kendaraan sendiri. Saat ini saya mengganti onderdilnya agar sesuai dengan kondisi zaman. Juga melakukan beberapa perubahan agar terlihat menarik," jlentreh-nya.

Selain ingin memperlihatkan bentuk dan tampilan menarik pada vespa bentukannya, dirinya juga ingin mempertahankan safety pada vespa tersebut. Sehingga beberapa keamanan dalam berkendara terus dilakukan. Seperti lampu depan, belakang, rem, sein, dan sebagainya. Selain itu, aspek kenyamanan pada pengendara harus diperhitungkan. Tujuannya, meminimalisasi terjadinya kecelakaan. Baik karena kelalaian pengendara atau diakibatkan pengendara lain.

Tak ayal, dengan tetap mengandalkan vespa yang safety and good looking, banyak pecinta lain dari berbagai daerah yang terkesan melihat kendaraan miliknya. Mereka pun menginginkan kendaraan masing-masing agar dibentuk serupa. Namun dengan berbagai pertimbangan, Mukti kerap menolak permintaan tersebut. Salah satunya karena onderdil untuk memodifikasi.

Mengingat dengan terbatasnya waktu, dia tidak bisa menyediakan onderdil sendiri. Apalagi saat ini beberapa onderdil yang diperlukan sulit untuk didapat. "Pasti jika saya mencari onderdil itu sendiri, modifikasi tidak kunjung selesai. Makanya dengan menpertimbangkan tempat tinggalnya, saya pilih menolaknya. Karena kasian jika harus mondar-mandir untuk hanya untuk mengantarkan onderdil," ucap pria 40 tahun tersebut.

Sejatinya, jika onderdil yang ada cukup untuk memodifikasi satu unit vespa, dibutuhkan waktu kurang dari dua minggu. Sebab dari semua itu, yang paling sulit adalah penyetelan berbagai onderdil agar seimbang dan motor enak dinaiki. Sebab jika setelah tidak seimbang, motor pasti tidak tenang dikendarai. "Untuk memodifikasi vespa, harus paham karakteristik tiap jenisnya. Sebab jika tidak, prosesnya sangat lama," jelasnya. (*)

(rt/zak/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia