alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Nekat Takbir Keliling, Sanksi Menanti

30 Juli 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

SESUAI PROTOKOL KESEHATAN: Tidak akan ditemukan lagi antrean pembagian daging di Masjid Al Munawwar. Bupati Tulungagung telah mengeluarkan SE Nomor 751 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban.

SESUAI PROTOKOL KESEHATAN: Tidak akan ditemukan lagi antrean pembagian daging di Masjid Al Munawwar. Bupati Tulungagung telah mengeluarkan SE Nomor 751 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Tingginya persentase kesembuhan pasien Covid-19 bukan berarti masyarakat sudah bebas melakukan banyak hal, tak terkecuali takbir keliling. Kegiatan ini tetap dilarang dan jika ada yang nekat, Korps Bhayangkara tak segan beri sanksi tegas.

Hal itu disampaikan Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia. Menurut dia, pelaksanaan takbir untuk sambut Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah tidak harus dengan berkeliling. Bisa dilaksanakan di masjid, musala, atau rumah masing-masing dengan protokol kesehatan ketat. "Dengan takbir di masjid atau rumah, tidak mengurangi inti dari ibadah itu sendiri," ucapnya

Pria ramah ini mengaku sudah menyampaikan larangan tersebut ke bhabinkamtibmas untuk menginformasikan larangan takbir keliling ke desa-desa. Sebab jika takbir keliling tetap dipaksakan, dikhawatirkan dapat melanggar protokol kesehatan yang ada. Itu karena melibatkan banyak massa.

Selain itu, dipastikan ada pelanggaran lalu lintas. Mengingat takbir keliling biasanya dilakukan dengan mobil pikap atau truk untuk membawa sound system dan orang. Padahal, mobil bak terbuka seperti pikap tidak diperbolehkan mengangkut orang. "Ya, ada sanksi tegas dari kami. Sesuai hukum yang berlaku tentunya," katanya.

Beberapa tindakan tegas yang dimaksud, di antaranya rombongan akan dibubarkan oleh petugas, diminta pulang kembali, hingga sanksi tilang apabila kedapatan pelanggaran lalu lintas. "Kami mohon kerja samanya. Untuk lebih bijak dan menaati imbauan di tengah pandemi kini," terangnya.

Disinggung pelaksanaan pembagian daging kurban? Pandia mengaku sudah mengusulkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 untuk membuat aturan pembagian daging. Yakni dengan cara mendatangi rumah setiap penerima. Hal itu untuk menghindari kerumunan. "Jadi, penerima tidak perlu datang dan mengantre. Bisa ditunggu di rumah saja," tegasnya.

Sementara itu, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro mengatakan, bupati Tulungagung sudah mengedarkan Surat Edaran (SE) Nomor 751 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban. Dalam SE tersebut dijelaskan larangan takbir keliling dan imbauan pembagian daging kurban dengan mendatangi satu per satu penerima. Tentunya dengan protokol kesehatan ketat. "Ya, semua sudah jelas dalam SE tersebut. Hal ini dilakukan karena saat ini masih dalam masa pandemi," terangnya. (*)

(rt/lai/bel/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia