alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Rengga Sindhu Susilo

Sarana Berkreasi Milenial Ingin Wujudkan Cita-cita Trisakti Bung Karno

Penggagas Rumah Merdeka

01 Agustus 2020, 18: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

KREATIF: Rengga Sindhu Susilo sedang melayani pembeli di Kafe Merdeka, kemarin (30/7).

KREATIF: Rengga Sindhu Susilo sedang melayani pembeli di Kafe Merdeka, kemarin (30/7). (AGUS MUHAIMIN/RADAR BLITAR)

Tidak sekadar warung kopi, Rumah Merdeka dilengkapi dengan fasilitas untuk berkreativitas. Semua disediakan cuma-cuma oleh Rengga Sindhu Suliso Khusus untuk para pemuda.

Berbeda dari biasanya, sebuah bangunan besar di Jalan Ahmad Yani, Sananwetan, itu tampak sepi, kemarin malam (30/7). Suara perdebatan dari diskusi kecil, ataupun lantunan musik tak terdengar. Begitu juga dengan aksi corat-coret yang biasanya ada di sudut halaman rumah tersebut. "Teman-teman sedang ada kegiatan lain," kata seorang dibalik meja kasir.

Pria berkacamata ini adalah Rengga Sindhu Susilo. Dialah penggagas Rumah Merdeka. Sebuah tempat yang disediakan khusus untuk kaum muda berkreativitas.

Di tempat ini selain menyediakan kopi, ada beberapa stan lain berisi produk-produk usaha kecil sedang dirintis kawula muda. Mulai dari kerajinan, hingga kebutuhan-kebutuhan mereka lainnya. Semua dikerjakan para pemuda, yang hasilnya untuk mereka pula.

Pada momen-momen tertentu, biasanya di  tempat ini ada pertunjukan, baik seni tari, drama dan lainnya. Kadang ada bedah buku atau seminar kecil yang membuat suasana malam berbeda dengan tempat nongkrong anak muda lain.

Saat siang, rumah yang dikontrak Rengga ini tak kalah ramai. Desing dinamo, gerinda dan alat pertukangan lain menjadi hiburan lain. Memanfaatkan sarana pertukangan yang kebetulan dimiliki Rengga, banyak pemuda sedang membuat produk-produk kerajinan. "Belum banyak produknya, sebagian dikerjakan di rumah masing-masing," ujarnya.

Produk-produk kerajinan karya pemuda, itu nanti akan dipajang di rumah ini. Ya, Rengga memang berharap rumah yang dikontraknya menjadi gedung serbaguna bagi pemuda.

Dia yakin, 25 tahun kedepan adalah masa kejayaan Indonesia. Kini populasi anak muda mendominasi dalam grafik pertumbuhan penduduk, dengan kata lain bonus demografi.

Dia ingin menjadi bagian dalam mempersiapkan generasi yang mengisi masa kemasan tersebut. "Saya percaya, Indonesia adalah negara besar dengan sumber daya melimpah," terang pengagum Bung Karno ini.

Lewat Rumah Merdeka ini, Rengga ingin mewujudkan cita-cita trisakti Bung Karno. Berdulat dalam bidang politik, berdikari bidang ekonomi dan berkepribadian dalam berbudaya.

Untuk itu, tak heran jika di tempat ini terdapat aktivitas ekonomi, kesenian kebudayaan dan diskusi diskusi kecil sebagai sarana belajar dan menambah wawasan anak muda. "Saya sepakat, kalau generasi milenial adalah calon pemimpin di masa akan datang. Saya hanya menyediakan sedikit sarana agar mereka melakukan hal hal positif," tutur pria yang juga pegawai di BPS Kabupaten Blitar ini.

Warung kopi di tempat ini bukan milik Rengga. Produk dan jasa yang diberikan dalam kegiatan tersebut berasal dan dari pemuda dan untuk mereka pula.

Bahkan, jasa pelayanan pun diperhitungkan sangat detil dan tidak boleh dimonopoli satu orang. Misalnya, siapa menyeduhkan kopi, maka dialah nanti mendapatkan jasa pelayanan. "Jadi setelah memberikan pelayanan, ada buku catatan harus diisi. Dari situ provitnya nanti dibagi, hal ini berlaku untuk semua produk yang ada di Rumah Merdeka," terangnya.

Menurut dia, dengan cara ini para pemuda tidak hanya belajar berwirausaha, namun bergotong royong dalam setiap aktivitasnya.

Bagi Rengga, Rumah Merdeka juga sebagai sarana untuk pembuktian. Bahwa dengan semangat bergotong-royong, banyak hal bisa dilakukan. Nantinya, jika tiga bidang aktivitas yang dikerjakan di tempat ini berjalan baik, dia akan membuat hal serupa di daerah lain. "Jadi ini semacam prototipe, kalau sudah jalan saya yakin akan ada hal serupa di daerah lain," katanya. (*)

(rt/muh/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia