alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Dihantam Pandemi, Retribusi Pasar Capai 54,9 Persen

Optimistis Akhir Tahun Capai Target Rp 1 M

01 Agustus 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

TETAP BERGAIRAH: Aktivitas jual-beli di Pasar Templek, Kecamatan Kepanjenkidul. Meski pandemi, pasar tradsional tetap menjadi jujugan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok.

TETAP BERGAIRAH: Aktivitas jual-beli di Pasar Templek, Kecamatan Kepanjenkidul. Meski pandemi, pasar tradsional tetap menjadi jujugan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok. (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Capaian pendapatan asli daerah (PAD) Kota Blitar pada semester pertama cukup memuaskan meskipun dihantam badai pandemi Covid-19. Bahkan, pada semester pertama tahun ini, capaian atau realisasi pemasukan daerah tercatat sekitar 50,26 persen atau Rp 462,6 miliar dari target Rp 920 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar Widodo Sapto Johannes memerinci, untuk PAD sudah terealisasi 53 persen. Sementara dana transfer dari pusat ke daerah terealisasi sebesar 50,76 persen. "Untuk dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah ini masih normal. Dari target Rp 726 miliar, terealisasi Rp 369,8 miliar," jelasnya kepada Koran ini Jumat kemarin (31/7).

Widodo mengakui, pada sektor pajak daerah sudah terealisasi 43 persen atau Rp 14,6 miliar dari target Rp 36 miliar. Kendati Pemkot Blitar sempat memberikan relaksasi dan insentif pajak karena dampak pandemi Covid-19, capaian cukup memuaskan. "Kami patut bersyukur. Meski di tengah pandemi, masih bisa memaksimalkan capaian pajak daerah," ujarnya.

Sebelumnya, pemkot memberikan insentif dan relaksasi pembayaran pajak bagi pelaku usaha perhotelan, restoran, tempat hiburan, dan pajak parkir. Relaksasi dan insentif untuk pembayaran pajak selama tiga bulan yakni April, Mei, dan Juni.

Sementara itu, untuk sektor retribusi daerah, lanjut Widodo, tercapai 31,25 persen atau Rp 3,2 miliar dari target Rp 10,3 miliar. Retribusi pasar tradisional mendapat capaian yang cukup memuaskan. "Tercapai 54,9 persen atau Rp 426,5 juta dari target Rp 1 miliar," bebernya.

Menurut dia, optimalnya capaian retribusi pasar tradisional meskipun pandemi karena faktor kebutuhan pangan. Pasar menjadi tempat penyediaan kebutuhan pangan yang representatif bagi masyarakat selama pandemi. "Meski masa pandemi dan new normal, masyarakat tetap harus produktif," katanya.

Pihaknya optimistis, capaian retribusi pasar tradisional bisa maksimal hingga akhir tahun. Pasalnya, pasar tradisional tetap menjadi sektor perdagangan yang potensial menyumbang PAD. (*)

(rt/kan/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia