alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Wisata Bisa Buka Minimal Zona Kuning

01 Agustus 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

TEMPAT LIBURAN : Pantai Tambakrejo merupakan salah satu wisata andalan Kabupaten Blitar

TEMPAT LIBURAN : Pantai Tambakrejo merupakan salah satu wisata andalan Kabupaten Blitar (ADITYA YUDA SETYA PUTRA / RADAR BLITAR)

SANANWETAN, Radar Blitar - Para pelaku usaha pariwisata harus mengurungkan niat untuk kembali beraktivitas. Itu karena spot-spot pariwisata kini masuk zona merah seiring penambahan jumlah konfirmasi posotif Covid-19 yang terus meningkat. Sektor wisata bisa kembali buka setelah wilayah tersebut masuk zona kuning.

Kabid Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dinas Parwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Blitar Arinal Huda mengatakan, ada 71 destinasi wisata di Bumi Penataran. Baik itu wiaata alami maupun buatan yang digagas oleh pengusaha pariwisata atau pemerintah desa.

Namun, sejak pandemi korona, sebagian besar pelaku usaha pariwisata enggan atau tepatnya tidak berani membuka layanan wisata. Hanya ada sekitar 10 destinasi wisata yang sempat mengajukan izin operasi alias membuka usaha wisata. "Kami pun merekomendasikan pembukaan layanan wisaya itu dengan sejumlah syarat," katanya.

Protokol kesehatan wajib diterapkan, sarana prasarana pendukungnya pun wajib disediakan pelaku usaha. Selain itu, destinasi wisata bisa dibuka jika daerah tersebut tidak masuk zona merah. "Minimal zona kuning. Itu pun harus dalam pengawasan dan dispilin ketat," terangnya.

Dia mengaku, beberapa waktu lalu sejumlah destinasi wisata mulai buka layanan. Namun ketika zona wilayah dinyatakan merah, terpaksa mereka harus tutup kembali. Misalnya Blitar Park, Kampung Cokelat, wisata bahari Pantai Serang, dan lain-lain.

Dia mengaku kasihan dengan para pelaku usaha. Karena korona, nyaris tidak ada pendapatan. Padahal modal usaha untuk membangun atau melengkapi sarana wisata cukup besar. Tak hanya itu, sektor ekonomi yang ada di area lokasi wiaata juga mandek. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan dalam menanggulangi Covid-19. "Kalau dengar cerita mereka itu, kami juga ikut trenyuh. Bayangkan, hari ini pedagang kecil produksi untuk jualan esok hari di lokasi wisata, eh besoknya sudah dinyatakan zona merah. Terus ke mana mereka harus jualan," ungkapnya.

Skala wilayah yang digunakan sebagai rujukan zonasi korona adalah tingkat kecamatan. Untuk itu, meski desa yang menjadi tempat berdirinya usaha wisata aman dari korona, tetap tidak bisa membuka layanan karena desa lain terdapat kasus. "Ya mudah-mudahan Kabupaten Blitar segera membaik. Atau nanti ada kebijakan terbaru yang bisa menjadi alternatif solusi untuk sektor ekonomi, pelaku usaha wisata dan lainnya," harapnya. (*)

(rt/muh/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia