alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Usulkan DD untuk Bantu Internet Siswa

Wujudkan Wifi di Kantor Desa/Kelurahan

01 Agustus 2020, 09: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

BELAJAR DARI RUMAH: Seorang siswa tengah mengerjakan tugas sekolah, salah satu kegiatan belajar daring dari rumah kemarin.

BELAJAR DARI RUMAH: Seorang siswa tengah mengerjakan tugas sekolah, salah satu kegiatan belajar daring dari rumah kemarin. (FIMA PURWANTI/RADAR BLITAR.)

SANANWETAN, Radar Blitar - Bantuan penanggulangan Covid-19 selama ini masih terpaku pada paket sembako untuk masyarakat. Bantuan sembako sebenarnya sudah cukup mengena dan efisien, tapi hanya dirasakan oleh masyarakat. Tidak ada bantuan pendidikan untuk para siswa atau anak sekolah yang memerlukan sarana prasarana (sarpras) untuk belajar jarak jauh dari rumah.

Kini salah satu kendala yang paling dirasakan oleh siswa dalam proses belajar daring ini adalah masih terbatasnya fasilitas internet dan beberapa siswa juga masih mengeluhkan belum memadainya handphone yang dimiliki.

Kepala SMKN 2 Blitar Jokomarsono mengatakan, bantuan penanggulan Covid-19 harusnya dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Salah satunya para siswa. Sebab mereka juga sangat merasakan dampak pandemi tersebut. Bantuan tersebut dapat berupa fasilitas internet gratis di setiap kelurahan. "Bisa saja bantuan itu juga dapat diberikan kepada siswa sekolah, kan mereka juga membutuhkan fasilitas internet gratis untuk belajar," jelasnya.

Joko menegaskan, seharusnya pemerintah daerah juga harus memperhatikan bantuan dampak Covid-19 di bidang pendidikan. Yakni dengan menyediakan internet gratis bagi para siswa selama mengikuti pembelajaran jarak jauh. Sebab, bantuan masih terpaku di bidang ekonomi atau berupa sembako untuk masyarakat. "Jangan sembako saja harusnya, tapi anak-anak kita juga perlu diperhatikan pendidikannya," terangnya.

Menurut Joko, besaran dana desa (DD) yang lumayan besar dapat sedikit dimanfaatkan untuk memberikan fasilitas internet gratis kepada para siswa yang ada di setiap kelurahan. Dengan adanya bantuan fasilitas internet, dapat mempermudah siswa dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh. "Selain itu kan juga tetap membantu orang tua supaya tidak mengeluarkan banyak biaya untuk beli paket internet. Dana desa kan lumayan besar, bisa digunakan sedikit untuk pasang wifi gratis bagi siswa. Paling hanya sekitar Rp 300 ribu sebulan, " usulnya.

Pihak desa atau kelurahan dapat mengatur ataupun membuat jadwal belajar bagi siswa secara bergantian apabila dapat menyediakan fasilitas internet gratis. Sehingga para siswa dapat merasakan fasilitas tersebut dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. "Kalau sudah ada fasilitas itu mudah nanti, bisa diatur jadwalnya. Misal pagi untuk siswa SD dan SMP, kemudian siang dan sore bisa untuk siswa SMA/SMK," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Blitar Ramli menyambut baik adanya usulan atau pendapat terkait pemasangan fasilitas internet untuk siswa. Usulan tersebut dinilai lebih efisien untuk menunjang pembelajaran siswa dalam sistem daring. "Saya kira bagus-bagus saja usulan itu selama bisa mempermudah para siswa dalam belajar daring," ungkapnya.

Namun, Ramli menyebutkan, usulan tersebut dapat terealisasi apabila mendapat persetujuan dari pihak terkait, khususnya dari pemerintah daerah. Sebab, usulan penggunaan anggaran DD bukan kewenangan dari Cabang Dinas Pendidikan Jatim, melainkan kewenangan dari setiap pemerintah daerah. "Kalau anggaran bantuan untuk usulan itu kan ranah milik pemerintah daerah. Jadi mereka yang dapat memutuskan. Kalau kami, kewenangannya hanya sebatas penggunaan anggaran dari bantuan operasional sekolah (BOS) dan penyelenggaraan pendidikan (BPOPP)," pungkasnya. (*)

(rt/ima/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia