alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Bayi Dibuang Meninggal Tidak Wajar

01 Agustus 2020, 09: 05: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

OLAH TKP: Seorang petugas sedang mengidentifikasi terhadap mayat bayi di Desa Sukosari, Kecamatan Watulimo, beberapa waktu lalu.

OLAH TKP: Seorang petugas sedang mengidentifikasi terhadap mayat bayi di Desa Sukosari, Kecamatan Watulimo, beberapa waktu lalu. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek -

Hasil otopsi terhadap mayat bayi yang ditemukan di Desa Sukosari, Kecamatan Trenggalek, beberapa waktu lalu keluar. Aparat kepolisian menemukan, kematian bayi dengan tidak wajar. “Dimana hasil otopsi, sebenarnya bayi dalam keadaan hidup saat dilahirkan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Trenggalek Iptu Bima Sakti. 

Bima menjelaskan, hasil otopsi terhadap jasad bayi perempuan itu, menemukan bahwa kematiannya akibat kehabisan oksigen. Dibuktikan, ada memar di area leher yang diduga dicekik tersangka, sampai bayi tak bisa bernapas. “Juga ada luka memar di area kepala bayi, diduga ada kekerasan dengan benda tumpul,” tegasnya.

Menurut dia, ibu bayi tersebut tidak dilakukan penahanan, karena yang masih di bawah umur. Namun begitu, proses hukum terhadap ibu bayi masih terus berlanjut. “Pihak Dinsos telah menjamin ibu bayi, karena usianya di bawah umur. Sedangkan pelaku (orang yang menghamili tersangka, Red), masih dalam pengejaran,” ujarnya. 

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) dr Ratna Sulistyowati mengakui sudah menjadi tupoksi dari dinsos untuk mendampingi ibu bayi di Desa Sukosari, Kecamatan Trenggalek. Menurut dia, dua hal yang menjadi acuan dinsos, yakni mengingat usia ibu bayi yang masih di bawah umur. Selain itu, dia juga orang dari golongan yang tidak mampu. “Ternyata anak ini, sudah pernah menjadi klien kami. Karena menjadi korban kekerasan anak,” tegasnya. 

Untuk itu, kata Ranta, penangguhan penahanan terhadap ibu bayi bukan berarti melepaskannya dari jerat hukum. “Karena usianya yang di bawah umur, kita harus mendampingi anak tersebut. Namun, kami tidak menghalangi proses hukumnya,” ungkapnya. 

Aparat kepolisian menemukan bukti baru kasus nahas mayat bayi yang di dalam tas kresek di Desa Sukosari, Kecamatan Trenggalek Sabtu siang (25/7). Dari pengakuan tersangka inisial A, 16 tahun, bayi tersebut diduga dicekik sebelum meninggal dunia. 

Kasat Reskrim Polres Trenggalek Iptu Bima Sakti membenarkan, ibu bayi yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Menurut dia, ibunya masih dibawah umur tersebut, nekat mencekik bayinya usai melahirkan. “Setelah lahir, dicekik sama ibunya,” ungkapnya. (*)

(rt/pur/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia