alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Pilih Sembelih di RPH

Daging Bakal Diantar ke Warga

01 Agustus 2020, 12: 05: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

KURBAN: Tampak hewan kurban di Masjid Al Munawwar yang akan dikirim ke RPH untuk disembelih, kemarin (31/7).

KURBAN: Tampak hewan kurban di Masjid Al Munawwar yang akan dikirim ke RPH untuk disembelih, kemarin (31/7). (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Pengurus Masjid Agung Al Munawwar memilih jalan aman untuk mencegah penyebaran Covid-19. Untuk kali pertama, mereka memilih untuk menyerahkan hewan kurban ke rumah pemotongan hewan (RPH). Apalagi jumlah hewan kurban yang diterima tahun ini tidak jauh berbeda dibanding sebelumnya.

Ketua Umaroh Takmir Masjid Agung Al Munawar Tulungagung, Effendi Abdullah Sunny mengatakan, dalam masa pandemi Covid-19 ini, tentu ada perbedaan dalam Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, mulai dari pelaksanaan salat hingga penyembelihan hewan kurban, ada beberapa kententuan. Dalam hal ini, tetap menjalankan protokol kesehatan. “Seperti penyelenggaraan salat mulai dari tempat cuci tangan hingga menerapkan physical distancing, telah kami lakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Effendi, sapaan akrabnya menjelaskan, mulai dari awal masjid ini berdiri, baru pertama ini penyembelihan hewan kuran dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH). Padahal sebelumnya, setiap hari raya kurban selalu dilakukan penyembelihan di lingkungan masjid. Namun, adanya pandemi Covid-19 membuat panitia memutuskan untuk melakukan penyembelihan di RPH Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru. “Tahun ini penyembelihan dilakukan di RPH. Ya, karena ada pandemi Covid-19. Ini baru kali pertama,” jelasnya.

Setelah ini pihaknya akan mengirim hewan kurban ke RPH Desa Ketanon. Untuk penyembelihannya hingga pendistribusian daging, akan dilakukan Sabtu besok (1/8). Namun, pendistribusian daging akan dilakukan oleh panitia kurban Masjid Agung Al Munawwar dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. “Karena Jumat waktunya sangat singkat, dilakukanlah pada hari Sabtu mendatang. Targetnya satu hari harus selesai,” ujarnya.

Pria ramah itu menambahkan, tahun ini jumlah hewan kurban tidak juah berbeda jika dibandingkan tahun kemarin. Total hewan kurban tahun ada sembilan ekor sapi dan lima ekor kambing dengan ukuran besar. Diperkirakan berat sapi mencapai sekitar 1 ton per ekornya. Jika Hari Raya Kurban tahun lalu bisa mendistribusikan daging sekitar 2.000 paket, tahun ini diperkirakan akan mencapai 2.500 paket. “Jika meilhat dari ukuran hewan kurban tahun ini, jumlah yang didistribusikan bisa mencapai 2.500 paket. Ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu,” tambahnya.

Saat disinggung terkait sistem pendistribusian daging, Effendi mengungkapkan, ada dua model yang akan digunakan. Pertama, pihaknya telah menghimpun nama-nama orang yang berhak mendapatkan daging kurban. Setelah itu, panitia akan mendatangi satu per satu rumah sesuai dengan data orang berhak menerima. Kedua, dengan menggunakan sistem kupon, digunakan untuk orang-orang seperti tukang becak, tukang parkir, dan sebagainya. Dengan alasan tempat tinggal yang jauh dari masjid, tapi sering kali mangkal di dekat masjid. “Untuk sistem kupon hanya berlaku pada tukang becak dan parkir. Ketika pengambilan, tidak boleh rombongan. Tapi satu per satu dan wajib menggunakan masker,” pungkasnya. (*)

(rt/mam/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia