alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung
Status Tanggap Darurat Covid-19 Diperpanjang

Harus Selesaikan 3 Prioritas

01 Agustus 2020, 08: 10: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

Harus Selesaikan 3 Prioritas

KOTA, Radar Tulungagung - Warga di Kota Marmer diimbau tetap menjalankan protokol kesehatan ketat ketika beraktivitas. Mulai wajib masker, cuci tangan, hingga penerapan physical/social distancing. Pasalnya, pandemi belum 100 persen mereda. Bahkan, kemarin (31/7) Pemkab Tulungagung melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 malah memutuskan memperpanjang tanggap darurat Covid-19 hingga 31 Agustus mendatang. Meskipun, Tulungagung berada di zona kuning. "Ya, diperpanjang sebulan. Alasannya, GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungagung masih akan menyelesaikan tiga prioritas. Yaitu penanganan kesehatan, jaringan pengaman sosial, dan pemulihan ekonomi," kata Wakil Jubir GTPP Covid-19 Tulungagung Galih Nusantoro, kemarin.

Dia mengatakan, penanganan kesehatan terus digalakkan. Mengingat masih ditemukan kasus Covid-19 baru. Sehingga perlu tempat karantina sebagai ruang isolasi dan treatment. Meski demikian, pihaknya juga berupaya melakukan pengendalian. Seperti testing, tracing, hingga treatment. "Saat ini kita pada tahap pengendalian. Jangan sampai ada peningkatan kasus yang tinggi. Kalau cuma satu dan dua itu menurut kami tidak mengubah rate of transmission (RT) sekarang ini yang hanya 0,55," katanya

Pria yang menjabat sebagai kabag protokol dan komunikasi pimpinan ini menjelaskan, GTPP Covid-19 juga berupaya mencegah penularan dari pelaku perjalanan dari daerah terjangkit (PPDT) yang saat ini mudik ke Tulungagung untuk berlebaran atau menikmati libur Lebaran. Diakuinya, dalam hal ini pihaknya tidak dapat membendung 100 persen pemudik. Lantas sebelum pelaksanaan hari kurban, telah meminta para panitia kurban untuk melaksanakan protokol kesehatan ketat sesuai surat edaran bupati Tulungagung.

"Ya, kemarin kami sudah sosialisasikan ke panitia kurban. Diimbau ini untuk pencegahan saja," tambahnya.

Selain pengendalian, GTPP Covid-19 kini juga mulai melakukan upaya pemulihan ekonomi warga. Sebelumnya, pihaknya sudah membuka sejumlah wisata alam untuk memutar roda ekonomi di tempat wisata. Rencananya, Agustus ini akan membuka event seperti hajatan dan lainnya. Bahkan, dalam hal ini pihaknya sudah membuat SOP dan simulasinya sesuai protokol kesehatan. "Rencananya hajatan. Karena Agustus dipastikan banyak yang menggelar hajatan. Dibukanya hajatan akan ada putaran ekonomi, yaitu ada transaksi jual-beli barang dan jasa," terangnya

Meski demikian, kata Galih, panitia hajatan harus berkoordinasi dengan gugus tugas lebih dulu. Memastikan daerah yang akan menggelar hajatan tidak ada kasus Covid-19. "Ya, gugus tugas nanti merekomendasikan apakah diperbolehkan hajatan atau tidak. Itu tergantung daerahnya," tuturnya.

Disinggung terkait jam malam, Galih mengatakan, akan mengevaluasi lebih dulu dengan melihat situasi di Kota Marmer. Namun diakuinya, jam malam membantu dalam pengendalian penanganan Covid-19. "Lihat situasi dulu ya. Apakah masih perlu diperketat untuk pengendalian atau dilonggarkan. Nanti yang memutuskan bagian gakkum yang dipimpin langsung oleh polres," terangnya.

Sementara itu, Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, untuk jam malam tetap diberlakukan hingga kini. Menurut dia, pemberlakuan jam malam ini justru memberi dampak positif yaitu mencegah munculnya kasus baru. "Tulungagung itu kan terkenal dengan tempat ngopi dan nyethe. Nah, kalau ada kelonggaran atau pembiaran dikhawatirkan muncul klaster baru. Karena mereka ngopi hanya untuk nongkrong, ngopi sambil wifi gratis dan lainnya," katanya.

Kepastian dicabut atau tidak, kata Pandia, akan menunggu Tulungagung zona hijau lebih dulu. Bahkan, dalam hal ini pihaknya sudah melakukan survei kepada beberapa warung kopi sebagai salah satu usaha yang terdampak. Namun nyatanya, usaha mereka (warkop) laku. Bahkan, beberapa warga dari pantauannya mulai terbiasa. "Kota-kota lain malah akan memberlakukan jam malam seperti kita (Tulungagung, Red). Tentunya berkolaborasi tiga pilar juga. Dengan tujuan, mencegah sebaran Covid-19," terangnya. (*)

(rt/lai/bel/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia