alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Pemkot Blitar Gelar Program Pemotongan Kurban Gratis di RPH Dimoro

01 Agustus 2020, 21: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

TURUN LAPANGAN: Wali Kota Blitar Santoso (kemeja hitam) melihat langsung proses pembolengan hewan kurban.

TURUN LAPANGAN: Wali Kota Blitar Santoso (kemeja hitam) melihat langsung proses pembolengan hewan kurban. (M. SUBCHAN ABDULLAH/RADARTULUNGAGUNG.ID)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Hari Raya Idul Adha Jumat (37/7), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar menyelenggarakan kegiatan penyembelihan hewan kurban di unit pelaksana teknis (UPT) rumah potong hewan (RPH) Kota Blitar. Dipastikan seluruh kegiatan penyembelihan di RPH disesuaikan dengan protokol kesehatan.

Hingga Kamis malam (30/7), tercatat ada 83 ekor sapi dan dua ekor kambing kurban sudah terdaftar dan akan dipotong di UPT RPH secara gratis. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan tahun lalu, di mana UPT RPH menerima 73 ekor sapi dan empat ekor kambing atau total 77 hewan kurban.

Wali Kota Blitar Santoso, turut hadir pada kegiatan pemotongan hewan kurban di UPT RPH. Yakni meninjau pelaksanaan mulai dari pemotongan, pembolengan, hingga daging kurban siap didistribusikan.

Diketahui kegiatan peninjauan ini juga dilakukan di sejumlah titik usai melaksanakan salat id di Masjid Agung Kota Blitar.

Santoso mengungkapkan, kegiatan pemotongan hewan kurban di UPT RPH sudah sesuai dengan protokol kesehatan dan dipastikan aman. "Bagus. Rata-rata mereka tetap mengindahkan protokol kesehatan yang telah ditentukan," katanya.

Dia berharap agar semua kegiatan pemotongan hewan kurban di RPH bisa menjadi contoh bagi masyarakat Kota Blitar yang ingin melaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban di luar RPH. "Saya berharap semua petugas melaksanakan pemotongan selalu mengendalikan diri dan benar-benar menjaga protokoler kesehatan," pungkasnya.

Di tempat sama, Kepala DKPP Kota Blitar Rodiyah mengatakan, seluruh kegiatan pemotongan hewan di UPT RPH pada perayaan Idul Adha tahun ini dilakukan selama empat hari. Yaitu mulai Jumat (31/7) hingga Senin (3/8) mendatang. "Untuk pemotongan ini dilakukan hingga ada empat hari. Ini untuk memastikan kesehatan kurban dan dagingnya,” jelasnya.

Dia menyebut, itu terbilang wajar. Pasalnya, di masa pandemi saat ini, tentu masyarakat cenderung memilih melakukan pemotongan hewan melalui RPH untuk keamanan dan efisiensi. Dipastikan semua kegiatan pemotongan di RPH disesuaikan dengan protokol kesehatan. Seperti membatasi jumlah petugas yang melakukan pemotongan, mewajibkan petugas mengenakan masker, mewajibkan menjaga jarak, hingga mewajibkan petugas untuk mencuci tangan dengan sabun. "Di tengah-tengah pandemi Covid-19, pemotongan hewan kurban juga harus sesuai dengan protokol kesehatan," sebut ibu berjilbab ini.

Demi menarik minat masyarakat agar lebih memilih untuk melakukan pemotongan hewan kurban di RPH, pihak DKPP sudah menggratiskan biaya operasional khusus pada perayaan Idul Adha tahun ini. "Di situ gratis. Tidak ada pemungutan retribusi," bebernya.

Dia menegaskan, semua hewan kurban yang dipotong di RPH sudah melalui screening terlebih dahulu guna memastikan sapi atau kambing yang dipotong terbebas dari penyakit yang dikhawatirkan dapat menular ke manusia jika dikonsumsi. "Sudah. Kami melakukan (pemeriksaan, Red) AMPM atau antem mortem dan postmortem. Dicek kesehatannya sesuai dengan persyaratan hewan kurban," tegasnya.

DKPP Kota Blitar juga melakukan kerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Blitar Raya dalam melakukan proses screening dan pemeriksaan AMPM. Pihak PDHI menerjunkan enam dokter hewan dan 43 paramedis untuk ikut membantu pemeriksaan dan screening semua hewan kurban yang terdaftar di RPH. "Kerja sama dengan PDHI Blitar Raya. Sudah dibagi timnya per hari. Hewan dari luar kota juga sudah di-screening di pasar," ungkapnya.

Selain kegiatan penyembelihan di RPH, dia mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan para takmir masjid dan musala di Kota Blitar untuk sosialisasi pentingnya penyembelihan hewan kurban yang sesuai protokol kesehatan. Terutama bagi pihak takmir yang memutuskan untuk memotong hewan kurban di lingkungan masjid. "Pertama, kami sudah melakukan sosialisasi ke takmir masjid dan sudah kumpulkan di dinas. Kedua, dengan ibu-ibu yang rewang tetap melaksanakan protokol kesehatan," tandasnya.

(rt/kan/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia