alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Peribadatan Misa Dipersingkat

02 Agustus 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

STERILISASI : Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke altar gereja sebelum pelaksanaan misa di Gereja Katolik SMDTBA Tulungagung.

STERILISASI : Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke altar gereja sebelum pelaksanaan misa di Gereja Katolik SMDTBA Tulungagung. (Ananias Ayunda Primastuti/Ratu)

KOTA, Radar Tulungagung – Senyum semringah kembali menghiasi wajah umat Katolik di Tulungagung. Bagaimana tidak, empat  bulan pasca tidak mengadakan misa tatap muka, kemarin (1/8) Gereja Katolik Santa Maria Dengan Tidak Bernoda Asal (SMDTBA) Tulungagung, kembali merayakan misa secara tatap muka. Namun, misa dirayakan dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan secara ketat.

Ketua Sie Liturgi Gereja Katolik SMDTBA Tulungagung, Hadi Handoko mengatakan, berbeda dengan perayaan misa sebelumnya, perayaan misa kali ini terbagi menjadi tiga waktu. Yakni Sabtu sore, Minggu pagi dan Minggu sore. “Ini disesuaikan dengan jumlah wilayah  di Gereja Katolik SMDTBA Tulungagung, sehingga satu kali perayaan misa hanya satu wilayah yang mengikuti misa,”jelasnya.

Pria yang akrab disapa Handoko ini melanjutkan, selain pembagian jam misa, kapasitas gereja pun hanya digunakan sebanyak 20 persen dari kapasitas normal. Jika sebelum pandemi mampu menampung hingga 700 umat, kali ini hanya  170 umat. “Jadi per misa hanya untuk 170 umat saja. Ini agar tetap ada jarak antar umat selama mengikuti misa, karena memang keterbatasan kapasitas juga,”terangnya.

Tak hanya pembatasan kapasitas gereja, pria yang juga seorang guru di SMA Katolik St Thomas Aquino ini menambahkan, seluruh umat yang akan mengikuti misa wajib menerapkan protokol Kesehatan. Seperti tetap menggunakan masker selama berada di area gereja, melakukan pengecekan suhu tubuh di pintu masuk gereja, dan cuci tangan sebelum dan sesudah mengikuti perayaan misa.

Handoko tak menampik, perayaan misa di masa pandemi ini sedikit banyak berpengaruh kepada tata liturgi. Seperti mempersingkat durasi peribadatan. Namun meski demikian tidak akan mempengaruhi nilai sakral dari perayaan misa sendiri.

Disinggung mengenai apakah sudah ada instruksi dari pihak keuskupan Surabaya, Handoko mengatakan  sejak beberapa waktu lalu pihak keuskupan Surabaya sudah memberikan rambu-rambu terkait pelaksanaan misa di masa pandemi covid-19. Namun demikian, dia mengakui belum semua gereja di Jawa timur menerapkan hal tersebut. Ini disesuaikan dengan kondisi di wilayah masing-masing. “Ada beberapa kota atau kabupaten yang masih berada di zona merah. Tentu ini masih menjadi pertimbangan. Untuk itu perayaan misa juga disesuaikan dengan kondisi di masing-masing wilayah,”tandasnya.  Dia berharap perayaan misa dengan menyesuaikan protokol Kesehatan ini dapat menjadi obat rindu bagi umat Katolik untuk dapat mengikuti peribadatan secara tatap muka. (*)

(rt/nda/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia