alexametrics
Rabu, 28 Oct 2020
radartulungagung
icon-featured
Blitar
Pasien yang Diduga Kontak Erat Dokter SP

Hari Ini Swab Test 197 Warga

Sebagian Warga Kabupaten Blitar

03 Agustus 2020, 09: 52: 04 WIB | editor : Bella Orlandis

Hari Ini Swab Test 197 Warga

SUKOREJO, Radar Blitar - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Blitar akhirnya berhasil mendapat data rekam medis pasien yang pernah berobat di dokter SP yang meninggal dunia beberapa waktu lalu pascaterkonfirmasi positif Covid-19. Data rekam medis tersebut ditemukan tim di tempat praktik dokter ini di Kecamatan Sukorejo.

Dari data rekam medis pasien tersebut, langsung ditindaklanjuti oleh gugus tugas dengan melacak alamat rumah setiap pasien. Mereka merupakan pasien yang pernah kontak erat dengan dokter SP dalam kurun waktu 14 Juli hingga 27 Juli. "Alhamdulillah, tim berhasil melakukan tracing pasien dokter SP yang berobat pada 14-27 Juli. Rencananya besok dilakukan swab test," jelas Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Blitar dr M. Muchlis kepada Koran ini kemarin (2/8).

Berdasarkan hasil tracing gugug tugas, ditemukan sebanyak 197 pasien yang pernah berobat ke dokter SP dalam kurun waktu yang diduga  setelah dokter ini terpapar korona. Pasien tersebut tersebar di wilayah Kota/Kabupaten Blitar. Rinciannya, di Kota Blitar terdapat 74 pasien sementara Kabupaten Blitar 123 pasien.

Muchlis menegaskan, khusus pasien di Kota Blitar tersebar di tiga kecamatan. Di Kecamatan Sukorejo ditemukan ada 40 pasien yang berobat. Lalu di Kecamatan Sananwetan ada 12 pasien. "Sedangkan dari Kecamatan Kepanjenkidul sebanyak 22 pasien," lanjut dokter ramah ini.

Nah, untuk pasien yang berasal dari Kabupaten Blitar, pihaknya sudah berkoordinasi dengan gugus tugas dari Kabupaten Blitar. Data rekam medis pasien tersebut sudah diserahkan untuk dilakukan tracing dan swab test.

Usai tracing, gugus tugas segera melakukan swab test terhadap sejumlah pasien tersebut. Sesuai rencana, swab test bakal dilakukan hari ini. "Teman-teman puskesmas dan kader sudah bergerak dan menghubungi yang bersangkutan. Besok (hari ini, Red) dilakukan swab test di puskesmas setiap kecamatan," jelasnya.

Swab test tersebut dilakukan untuk memastikan apakah pasien yang bersangkutan terpapar korona atau tidak. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi dan menekan penyebaran virus tersebut.

Seperti diberitakan, dokter SP, 59, warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, dikabarkan meninggal dunia setelah sebelumnya terkonfirmasi positif terpapar korona. Dokter yang sehari-hari praktik di wilayah Kecamatan Sukorejo itu diduga tertular dari pasiennya. Dokter SP mengembuskan napas terakhir pada Selasa lalu (28/7) setelah sempat menjalani perwatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. (*)

(rt/kan/bel/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia