alexametrics
Rabu, 28 Oct 2020
radartulungagung
icon-featured
Blitar

31 Nakes Sembuh, 35 Perawatan

03 Agustus 2020, 10: 24: 03 WIB | editor : Bella Orlandis

31 Nakes Sembuh, 35 Perawatan

Sementara itu, jumlah kasus korona di Kabupaten Blitar terus bertambah. Terakhir ada sekitar 184 orang terjangkit korona. 66 orang di antaranya merupakan tenaga kesehatan (nakes) yang selama ini memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo, Wlingi.

Diketahui beberapa waktu lalu terdapat kasus korona yang dipicu oleh aktivitas bersepeda (klaster gowes, Red) nakes rumah sakit pelat merah ini. Tak pelak, puluhan orang nakes lain pun terjangkit korona. Sehingga sejumlah instalasi pelayanan terpaksa lockdown sementara untuk proses general cleaning.

Direktur RSUD Ngudi Waluyo, dr Endah Woro Utami mengatakan, sudah melakukan pemeriksaan secara bertahap kepada seluruh personel yang ada di rumah sakit ini. Tercatat 691 tenaga kesehatan yang di-swab test. “Sudah  (selesai swab test, Red). Hasilnya ada 66 yang terkonfirmasi. Yang sembuh 31 orang sampai hari ini (kemarin, Red),” katanya.

Nakes yang terkonfimasi positif ini dirawat di rumah sakit Wlingi. Woro mengaku, kapasitas isolasi masih mencukupi meskipun tidak menambah jumlah kamar untuk pasien Covid-19.

Menurut dia, ada banyak risiko jika rumah sakit harus menambah rumah isolasi. Sebab, dengan tambah sarana pelayanan kamar isolasi, berarti juga harus menambah  personel yang bertugas di fasilitas tersebut. Padahal, kini sebagian nakes harus mendapatkan perawatan lantaran terjangkit korona. “Untuk isolasi karyawan (nakes, Red) masih cukup. Kalau nambah justru kasihan nakes yang lain,” katanya.

Lebih lanjut, Woro menegaskan, rumah sakit pelat merah ini masih membuka pelayanan kesehatan. Begitu juga dengan pelayanan untuk pemeriksaan sampel swab dari puskesmas.

Maklum, beberpa pekan terakhir, persoalan tracing pasien menjadi kendala yang dihadapi gugus tugas dalam memerangi korona. Laboratorium rujukan penuh sesak dengan sampel dari sejumlah daerah. Akibatnya, butuh waktu sekitar empat hari untuk mengetahui hasil pemeriksaan sampel. “Untuk PCR kami optimalkan di internal, tapi juga tetap terima dari luar. Terutama yang dari puskesmas,” tuturnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti mengatakan, pemeriksaan swab tidak bisa segera dilakukan lantaran terkendala antrenya laboratorium rujukan. Di sisi lain, ada masa berlaku sampel swab. Jika terlalu lama, hasilnya tidak maksimal bahkan invalid. Hal ini jelas tidak selaras dengan kebijakan memperluas tracking untuk memutus mata rantai penyebaran virus. (*)

(rt/muh/bel/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia