alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radartulungagung
Home > RaTu Event
icon featured
RaTu Event
Lomba Menulis dan Workshop Menulis Esai

KPUD Trenggalek Gelar Literasi Demokrasi

Bertema Pemilihan Bupati & Wakil Bupati 2020

04 Agustus 2020, 09: 04: 35 WIB | editor : Bella Orlandis

MASKOT PILKADA TRENGGALEK

MASKOT PILKADA TRENGGALEK

KOTA, Radar Trenggalek - Sebagai bagian dari upaya menyosialisasikan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Tahun 2020 serta pendidikan pemilih, KPUD Trenggalek  menggelar Lomba Menulis dan Workshop Menulis Esai, bertema Pilbup 2020. Lomba memperebutkan hadiah total Rp 7,5 juta dan akan dipilih 20 penulis esai terbaik untuk bisa mengikuti workshop menulis. Komisioner KPUD Trenggalek Nurani mengungkapkan, berangkat dari PKPU Nomor 8 Tahun 2017 tentang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan, masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam tahapan-tahapan Pilbup 2020 melalui suara-suara kritis. 

“Nomenklatur (politik, Red) itu kan sosialisasi dan pendidikan pemilih. Sosialisasi sebatas how to inform, hanya sekadar memberikan informasi kepada masyarakat. Tapi kalau pendidikan pemilih, tentu ada aspek-aspek yang ingin diubah kesadarannya. Tidak sebatas kognitif, tapi juga sisi afektif dan psikomotoriknya,” kata dia. 

Untuk informasi lebih lanjut tentang lomba ini bisa diakses melalui website KPUD Trenggalek www.kpu-Trenggalekkab.go.id. Di situ disebutkan tentang apa saja tema tulisan yang bisa dipilih dan bisa dikirimkan mulai 5-20 Agustus nanti. Dengan berbagai macam tema yang disediakan ini, tujuannya agar masyarakat bisa mantap dengan bakal calon bupati atau wakilnya ke depan. Pasalnya, dari menulis bisa menambah wawasan dengan mempelajari rekam jejak calon maupun berkontribusi saat bersuara di media sosial (medsos), forum-forum, dan sebagainya.

Harapannya, kata dia, masyarakat dengan bebas menyampaikan pendapat, keluh-kesah, menyambut Pilbup 2020 Desember mendatang. Bukan sebatas diam, ngambek (semisal tidak ada perubahan ketika mencoblos, Red). “Melahir­kan calon itu juga sebuah partisipasi mewarnai medsos dengan program-program itu juga partisipasi. Kalau itu dilakukan secara sistematis di sebuah tulisan, itu bisa lebih efektif,” kata dia. 

Bagi peserta yang masuk ke-20 besar, lanjut Nurani, mereka akan mendapat kesempatan mengikuti workshop yang rencananya digelar tanggal 22 Desember 2020. Workshop ini akan membantu penulis yang punya suara-suara kritis orang yang partisipatif-responsif terhadap kebijakan, tapi tidak bisa menulis. Hambatan itu nantinya bisa terjawab dari workshop. “Kami ajarkan untuk menulis, menyampaikan pesan-pesan secara partisipatif, sistematis, terstruktur, hingga bisa memengaruhi masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, goal dari perlombaan menulis nantinya membuat pesta demokrasi pada 2020 di Trenggalek bisa berkualitas. Para peserta bisa berkompetisi untuk mempublikasikan kar­ya tulisan. Dari KPU juga memfasilitasinya dan diterbitkan di Jawa Pos Radar Trenggalek untuk tiga pemenang. Sedangkan karya-karya yang lain juga bisa di-publish di grup-grup Facebook dan sebagainya. Tujuannya, para peserta bisa menjadi agen penyadaran masyarakat lewat dunia literasi yaitu membaca, menulis, dan menggunakan media yang mereka mampu. (*)

(rt/pur/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia