alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Tingkat Kesembuhan Turun 0,8 Persen

04 Agustus 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

SCREENING: Petugas menunjukkan rapid test untuk melakukan deteksi awal kasus Covid-19.

SCREENING: Petugas menunjukkan rapid test untuk melakukan deteksi awal kasus Covid-19. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Upaya untuk memutus rantai penularan coronavirus disease (Covid-19) di Tulungagung nampaknya masih harus terus digalakkan. Sebab, pascaperpanjangan masa tanggap darurat penangan Covid-19 di Tulungagung hingga 31 Agustus mendatang, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 kembali menemukan sejumlah kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Tercatat hingga 3 Agustus 2020, tercatat kasus kumulatif Covid-19 di Kota Marmer mencapai 259 kasus. Artinya, pada 3 Agustus telah terjadi penambahan dua kasus baru terkonfirmasi Covid-19. Penambahan kasus baru ini sekaligus membuat persentase kesembuhan turun sebesar 0,8 persen. Sehingga persentase kesembuhan mencapai 95,7 persen.

Wakil Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro mengatakan, penambahan dua kasus baru ini yakni pasien berinisial BO yang berasal dari Kecamatan Campurdarat dan pasien berinisial MY yang berasal dari Kecamatan Pakel. Keduanya merupakan pasien dengan status kontak erat. Artinya, pasien diduga memiliki riwayat kontak dengan kasus probable Covid-19 maupun kasus konfirmasi Covid-19. “Hari ini ada penambahan dua pasien baru, yaitu dari Kecamatan Campurdarat dan Pakel. Sehingga total mencapai 259 kasus,” jelasnya.

Galih melanjutkan, bertambahnya dua kasus baru ini menambah panjang daftar kasus-kasus terkonfirmasi Covid-19. Hingga kini, dari 259 kasus terkonfirmasi, 248 lainnya telah dinyatakan sembuh dan tiga pasien lainnya meninggal dunia. Sementara delapan pasien yang masih terkonfirmasi Covid-19 hingga kini masih menjalani karantina di rusunawa IAIN Tulungagung.

Mantan camat Sumbergempol ini pun mengimbau masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan. Sebab, virus yang telah menginfeksi lebih dari 100 ribu penduduk Indonesia ini mampu bermutasi dengan cepat. Tak hanya itu, pola penularan di Tulungagung pun telah berubah. Dari semula pola klastering, kini merambah menjadi pola propagated. Artinya, pola penularan dari orang ke orang yang terus merambah dari kelompok tertular pertama. “Yang perlu digarisbawahi adalah orang-orang ini rata-rata tidak menunjukkan gejala sehingga sulit untuk diidentifikasi tanpa adanya pemeriksaan PCR,” urainya.

infografis

infografis

Tak hanya merilis penambahan pasien terkonfirmasi, Galih mengatakan beberapa alasan mengapa masa tanggap darurat penanganan Covid-19 diperpanjang. Setidaknya terdapat tiga prioritas utama yang masih harus diselesaikan. Yakni penanganan bidang kesehatan, program jarring pengaman sosial (JPS), dan penanganan bidang sosial-ekonomi. “Ini masih menjadi PR besar bagi kami agar dapat segera melakukan pemulihan pascapandemi,” imbuhnya. (*)

(rt/nda/bel/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia