alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Delapan CJH Ajukan Refund

Beralasan Kebutuhan Mendesak

04 Agustus 2020, 12: 15: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

PEMBERKASAN: Petugas Kankemenag Tulungagung memeriksa berkas CJH yang tersimpan di ruang arsip.

PEMBERKASAN: Petugas Kankemenag Tulungagung memeriksa berkas CJH yang tersimpan di ruang arsip. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Tiga hari pascapenutupan masa pengajuan pengembalian pelunasan (refund) biaya perjalanan ibadah haji (BiPIH), rupanya tak banyak calon jamaah haji (CJH) yang mengajukan refund. Tercatat, hingga 3 Agustus dari 990 CJH reguler yang melakukan pelunasan, hanya delapan jamaah yang mengajukan refund. Artinya, sebanyak 990 jamaah memilih dananya disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk digunakan pembiayaan tahun depan.

Seperti diketahui, pascakeputusan Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk meniadakan pelaksanaan ibadah haji tahun 1441 Hijriah atau 2020 Masehi, para CJH diberi dua opsi mengenai dana BiPIH yang telah dilunasi. Yakni membiarkan BiPIH yang telah dilunasi untuk tidak diambil atau CJH ingin mengambil kembali setoran pelunasan. “Keputusan tersebut sudah kami sosialisasikan sejak awal Juli kemarin. Hingga kini hanya ada delapan jamaah yang melakukan pengajuan,” jelas Kasi Penyelenggara Haji Umrah (PHU) Kankemenag Tulungagung Imam Saerozi.

Saerozi mengatakan, delapan jamaah yang melakukan refund ini beralasan karena masing-masing memiliki keperluan mendesak. Sehingga memerlukan dana tersebut untuk segera diambil. “Rata-rata beralasan sedang membutuhkan dana untuk keperluan mendesak. Kami pun hanya memberikan pelayanan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Saerozi pun memastikan, meskipun masa pengajuan refund sudah berakhir pada 31 Juli lalu, jika ada jamaah yang ingin mengajukan refund, maka Kankemenag Tulungagung dapat memberikan pelayanan. Namun, dengan beberapa syarat. Yakni memiliki alasan yang jelas dan membawa surat bermaterai.

Sementara itu, disinggung mengenai pelaksanaan ibadah haji tahun ini, dia memastikan tidak ada satu pun jamaah asal Tulungagung yang ikut terbang ke Tanah Suci. Ini sesuai dengan Keputusan Kemenag RI Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M. “Meskipun Arab tetap membuka untuk pelaksanaan ibadah haji, tidak ada jamaah asal Tulungagung yang berangkat,” ungkapnya.

Disinggung mengenai pelaksanaan ibadah umrah di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), pria berkulit putih ini mengaku jika hal tersebut masih menunggu keputusan dari pusat. Sebab, hingga kini belum ada instruksi apa pun mengenai pelaksanaan umrah. Sehingga seluruh layanan umrah pun masih ditutup. Pihaknya memastikan sampai kini belum ada biro perjalanan umrah di Tulungagung yang membuka pelayanan perjalanan umrah. “Karena dari permohonan pembuatan paspor untuk umrah melalui Kankemenag Tulungagung tidak ada. Jadi memang belum ada yang membuka karena masih menanti keputusan lebih lanjut,” tandasnya. (*)

(rt/nda/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia