alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
icon-featured
Blitar
Testing 32 Pasien Kontak Erat Dokter SP

Waswas Tunggu Hasil Swab Test

Puluhan Lainnya Masih Akan Jalani Tes

04 Agustus 2020, 11: 05: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

GERAK CEPAT: Petugas medis Puskesmas Kepanjenkidul melakukan swab test kepada sejumlah orang kontak erat dokter SP di puskesmas, kemarin (3/8).

GERAK CEPAT: Petugas medis Puskesmas Kepanjenkidul melakukan swab test kepada sejumlah orang kontak erat dokter SP di puskesmas, kemarin (3/8). (PUSKESMAS KEPANJENKIDUL FOR RADAR BLITAR)

SANANWETAN, Radar Blitar - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Blitar langsung bergerak cepat melakukan swab test kepada sejumlah kontak erat dokter SP, kemarin (3/8). Tim tentu saja merasa waswas akan ada penambahan signifikan. Sebab, ada puluhan pasien yang kontak erat dengan dokter SP sebelum meninggal. Proses swab test dilakukan di tiga puskesmas.  

Hingga pukul 11.00 kemarin, sejumlah pasien kontak erat dengan dokter SP dikumpulkan di puskesmas untuk di-swab test oleh petugas puskesmas. Sementara ada 32 orang yang di-swab test. Berdasarkan data dari gugus tugas, sejumlah orang itu merupakan warga dari Kecamatan Sukorejo dan Sananwetan.

Perinciannya, 22 orang dari Kecamatan Sukorejo dan 10 orang dari Sananwetan. Sedangkan dari Kecamatan Kepanjenkidul belum masuk laporan. ”Sebenarnya proses swab test yang dilakukan petugas puskesmas sudah melebihi jumlah tersebut. Namun, laporan belum dimasukkan karena sudah melebihi pukul 11.00 untuk batasan pelaporan ke pusat,” jelas Jubir GTPP Covid-19 Kota Blitar dr M. Muchlis kepada Koran ini kemarin.

Dia menegaskan, sejumlah orang yang di-swab test tersebut merupakan pasien dokter SP yang terdata pernah berobat di tempat praktiknya dalam kurun waktu 14-27 Juli. Gugus tugas langsung melakukan swab test untuk mendeteksi dini dugaan penularan Covid-19. ”Kami masih menunggu hasil swab test-nya. Kami belum tahu kapan hasil tes tersebut keluar,” terang dokter ini.

Hingga kemarin, tercatat ada 42 kasus konfirmasi positif korona di Kota Blitar. Sebanyak 35 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Sementara empat orang lainnya meninggal dunia akibat paparan virus tersebut. 

Seperti diberitakan, dokter SP, 59, warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, meninggal dunia setelah terpapar korona. Dokter yang sehari-hari praktik di wilayah Kecamatan Sukorejo itu diduga tertular dari pasiennya. Dokter SP kemudian diketahui mengembuskan napas terakhir pada Selasa lalu (28/7), setelah sempat menjalani perwatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Berdasarkan hasil tracing gugug tugas, ditemukan sebanyak 197 pasien yang pernah berobat ke dokter SP, dalam kurun waktu yang diduga  setelah dokter ini terpapar korona. Pasien tersebut tersebar di wilayah Kota/Kabupaten Blitar. Rinciannya, di Kota Blitar terdapat 74 pasien, sementara Kabupaten Blitar 123 pasien. (*)

(rt/kan/bel/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia