alexametrics
Rabu, 28 Oct 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Realisasi Proyek Fisik Masih Minim

Belum sampai 30 Persen Terserap

04 Agustus 2020, 12: 25: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

KEJAR TARGET: Sejumlah pekerja sedang melakukan pemeliharaan jalan di wilayah Kecamatan Garum, kemarin (3/8).

KEJAR TARGET: Sejumlah pekerja sedang melakukan pemeliharaan jalan di wilayah Kecamatan Garum, kemarin (3/8). (AGUS MUHAIMIN/RADAR BLITAR)

GARUM, Radar Blitar - Meski sekitar 80 persen kegiatan fisik direalokasi alias terdampak refocusing untuk penanganan korona, serapan anggaran untuk kegiatan fisik masih jauh dari harapan. Dari puluhan miliar anggaran untuk kegiatan pembangunan, belum sampai 30 persen jatah kegiatan fisik ini terserap.

Diketahui dari rencana belanja modal sekitar Rp 290 miliar di tahun anggaran 2020, hanya tersisa sekitar Rp 46 miliar untuk kegiatan pembangunan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar. Sisanya dialihkan untuk penanggulangan bencana nonalam Covid-19.

Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Blitar Nanang Adi mengatakan, ada sekitar 200 paket kegiatan yag bisa dikerjakan dengan anggaran Rp 46 miliar tersebut. Dari jumlah itu, hanya 24 kegiatan yang masuk kategori besar dan melalui pelelangan. "Rp 46 miliar itu belanja modalnya Rp 44 miliar. Sisanya untuk pemeliharaan rutin," katanya.

Karena pandemi korona, kegiatan pembangunan menjadi prioritas berikutnya setelah penanganan Covid-19. Dengan kata lain, kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya terpaksa tertunda dan dialihkan untuk penanganan dampak pandemi. "Jika ada peluang, kami akan coba usulkan kegiatan yang terdampak refocusing beberapa waktu dalam perubahan anggaran tahun ini," tadasnya.

Menurut dia, kegiatan-kegiatan yang terdampak refocusing tersebut masuk dalam rencana kerja (renja) 2020. Sedikit aneh jika di 2021 nanti dinasnya harus membuat renja yang kurang lebih sama dengan tahun sebelumnya.

Disinggung soal realisasi kegiatan fisik, dia mengatakan, sudah ada beberapa pembangunan jalan yang sudah rampung dikerjakan. Hanya saja, hingga kemarin belum ada serah terima pekerjaan dari pelaksana kepada dinas. "Ada sekitar empat paket pembangunan jalan yang sudah selesai, tapi belum ada serah terima. Seperti di wilayah Kanigoro dan Binangun," katanya.

Sayangnya, hal ini belum memberikan kabar positif dari sisi serapan anggaran. Sebab, kegiatan yang sudah selesai dikerjakan tersebut masuk kategori kegiatan kecil dengan pagu sekitar Rp 200 juta. Sedangkan untuk kegiatan-kegiatan yang masuk kategori lelang masih dalam proses pelaksanaan maupun pengadaan di bagian layanan pengadaan. Akibatnya, dari sisi serapan anggaran belum begitu signifikan. "Kalau serapannya masih sedikit, masih keluar untuk uang muka saja," katanya.

Meski begitu, jika dilihat dari progres fisiknya, dipastikan realisasi kegiatan sudah mencapai 30 persen.

Menurut dia, selama ini serapan anggaran memang tidak selaras dengan capaian fisik. Pelaksana kegiatan memang sudah menyelesaikan tugas pembangunan, tapi pencairan belum dapat dilakukan. Maklum, ada banyak dokumen yang harus dilengkapi dalam proses pencairan anggaran ini. "Kegiatan fisiknya mungkin sudah selesai dalam tiga minggu ya. Tapi untuk pembayaran kan ada dokumen dokumen yang harus dilengkapi. Rekanan kadang tidak segera mengurus kelengkapan dan ini yang bikin serapan anggaran sedikit molor," tuturnya. (*)

 

(rt/muh/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia