alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radartulungagung
Home > Politik
icon featured
Politik

Dewan Siapkan Proses Pengunduran Diri Anggotanya

05 Agustus 2020, 11: 10: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

Infografis

Infografis

KOTA, Radar Trenggalek - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek tampaknya telah bersiap kehilangan dua anggotanya yang diisukan bakal bertarung dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2020 ini. Pasalnya, wacana rapat paripurna untuk menerima pengunduran diri dua anggota tersebut telah direncanakan.

Seperti diketahui, dalam perjalanan menuju AG 2 pada pemilihan bupati dan wabup Kabupaten Trenggalek 2020 ini, dua partai besar telah mengeluarkan nama pasangan yang rencananya akan bertarung pada 9 Desember nanti. Yakni PDIP Trenggalek mengusung Mochamad Nur Arifin dan Syah M. Nata Negara, serta PKB yang hampir final rekom jatuh pada Alfan Rianto Muasir (Totok) dan Zaenal Fanani. Sementara Syah M. Nata Negara dan Zaenal Fanani adalah kader PKB yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Trenggalek dari Fraksi PKB. Sehingga keduanya harus mundur dari jabatan sebelum pencoblosan nanti.

Ketua DPRD Trenggalek Samsul Anam menjelaskan, DPRD telah memggelar rapat badan musyawarah (Bamus) yang salah satu agendanya adalah penghentian dua anggota yang nantinya maju dalam perbup. Namun, DPRD masih menunggu pedoman dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek, terkait sejauh mana syarat pencalonan, jika yang mendaftar tersebut masih menjadi anggota DPRD dan sebagainya.

"Memang berdasarkan persyaratannya jika bakal calon (balon) yang mendaftar masih menjabat sebagai anggota DPRD, PNS, TNI/ Polri dan sebagainya harus mengundurkan diri. Namun seperti apa terkiat prosesnya masih akan kami tanyakan ke KPU," ucap politisi senior PKB ini.

Dia melanjutkan, sebab belum diketahui juga apakah ketetapan mundur dari anggota DPRD tersebut harus dilakukan ketika pendaftaran ke KPU, atau pada saat penetapan calon oleh KPU. ‘Dalam rapat bamus disetujui untuk memberi ruang, guna memproses persyaratan dalam pencalonan nanti, jika ada anggota DPRD yang benar-benar maju. Apakah nanti akan ada paripurna, penetapan pengunduran diri, atau apa namanya, kami juga belum tahu. Pastinya sudah ada ruang untuk proses itu," ungkapnya.

Hal itu dilakukan karena wakil rakyat ingin membantu dan memeriahkan pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Sehingga diharapkan, pada pelaksanaanya nanti jangan ada yang saling menjatuhkan, dan berkompetisi dengan baik. Sebab, hal itu dilakukan demi kemajuan Trenggalek agar lebih baik lagi.

Selain itu, untuk proses tersebut terlebih dahulu harus ada permohonan dari yang bersangkutan. Sehingga jika permohonan ada DPRD tinggal memprosesnya."Jadi kami sepatutnya berbangga bahwa ada anggota legislatif, mau beralih ke eksekutif. Namun sebelum memprosesnya, utamanya masih menunggu surat pengajuan pengunduran diri itu," jelas Samsul. (*)

(rt/zak/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia