alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Retribusi Parkir Capai Sekitar 80 Persen

06 Agustus 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

MENGAWASI PARKIR: Salah satu petugas penjaga parkir menarik retribusi parkir ketika ada kendaraan tak berlangganan karcis.

MENGAWASI PARKIR: Salah satu petugas penjaga parkir menarik retribusi parkir ketika ada kendaraan tak berlangganan karcis. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Target retribusi parkir induk 2019-2020 turun akibat Covid-19. Target yang semula Rp 4,4 M berubah menjadi Rp 2,2 M. Dari target setelah refocusing tersebut, sampai bulan kemarin telah tercapai 80,7 persen.

Hal itu diungkapkan Kasi Pengelolaan Pengendalian Perparkiran (PPP) Dinas Perhubungan (Dishub) Trenggalek Suyoto, kemarin (5/8).  Menurut dia, retribusi dalam semester pertama (Januar-Juli) 2020 mencapai Rp 1,7 M. Sedangkan target retribusi refocusing Rp 2,2 M. Sehingga capaian retribusi sementara ini sekitar 80,7 persen. Meski begitu, kata dia, penarikan retribusi kemungkinan berubah lagi jika ada perubahan anggaran keuangan (PAK) sekitar Oktober nanti. “Kalau dihitung dari target induk memang turun karena pandemi Covid-19,” ujarnya. 

Penarikan retribusi parkir lebih dari 20 titik di 14 kecamatan. Semisal di Jalan Kartini dan Sartika. Adapun di Pasar Panggul, Sidomulyo, Pule, Dongko, Suruh, Munjungan, Kampak, Watulimo, Sebo, Prigi, Gandusari, dan Bendungan.  

infografis

infografis

Yoto mengatakan, penarikan retribusi dapat ditandai adanya rambu-rambu dan marka parkir di jalan-jalan kabupaten. Khusus untuk jalan nasional tidak ditarik retribusi parkir karena bukan naungan pemkab. 

Selain itu, lanjut Yoto, kendaraan-kendaraan yang ditarik parkir mayoritas adalah kendaraan dari luar kota. Semisal kendaraan dari Tulungagung, Surabaya, dan sebagainya. Biasanya kendaraan tersebut mengirim barang atau berbelanja ke Trenggalek. “Artinya, motor dan mobil itu tidak selalu dipungut di lapangan. Sebab, kendaraan dari Trenggalek sudah banyak yang parkir berlangganan,” ujarnya. Sesuai aturan yang berlaku, biaya parkir kendaraan untuk roda dua (R2) Rp 1.000, R4 Rp 2 ribu, dan R6 Rp 4 ribu. 

Yoto mengakui ada ciri-ciri khusus yang dapat menjadi acuan petugas dalam menarik retribusi karcis. Kendaraan selain bernopol AG Y dan AG Z yang tercatat di Samsat Trenggalek, itu adalah kendaraan dari luar kota. “Sehingga kendaraan di luar itu ditarik retribusi karcis di lapangan,” ujarnya. (*)

(rt/pur/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia