alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Harga Meroket, Jual Emas Meningkat 15 Persen

Tembus Rp 1 Juta per Gram

06 Agustus 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

TREN MENINGKAT: Seorang pembeli bertransaksi di toko emas di Jalan Merdeka, kemarin (5/8).

TREN MENINGKAT: Seorang pembeli bertransaksi di toko emas di Jalan Merdeka, kemarin (5/8). (ADITYA YUDA SETYA PUTRA/RADAR BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Harga emas yang meroket sejak akhir Juli lalu membuat sebagian masyarakat ingin mencairkan investasi logam mulia mereka baik. Buktinya, Pegadaian Kota Blitar mencatat ada peningkatan sebesar 15 persen nasabah yang mencairkan emas di perusahaan itu.

Executive Manager Pegadaian Kota Blitar Candra Aditya mengaku, pihak Pegadaian tidak memprediksi sebelumnya. Namun yang pasti, adanya peningkatan nasabah menjual emas di Pegadaian.

Dia menambahkan, kini harga emas di Pegadaian mencapai sekitar Rp 1 juta per gramnya. "Harganya sangat luar biasa. Tembus Rp 1 juta per gram," tandasnya.

(ADITYA YUDA SETYA PUTRA/RADAR BLITAR)

Padahal, pada awal bulan Juli lalu harga emas masih berada di kisaran Rp 250 ribu per gram dan mulai merangkak naik menjadi Rp 500 ribu per gram pada pertengahan Juli hingga akhirnya harganya mencapai Rp 1 juta per gram pada akhir bulan yang akhirnya membuat sebagian masyarakat memilih untuk mencairkan simpanan emas mereka.

Dia menyebut, perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang menyebabkan harga emas menjadi meroket seperti sekarang. "Karena perang dagang Amerika-Tiongkok, pemilik modal dunia beralih dari saham ke emas. Imbasnya, di Indonesia ikut naik," ungkapnya.

Dia juga belum dapat memastikan sampai kapan kondisi ini berlangsung. Meski harga emas kini kian melangit, harga emas tidak akan kembali turun. "Tidak bisa prediksi, tapi yang tren-tren selama ini, kalau (harganya, Red) sudah naik, dia (emas, Red) tidak akan turun," beber Candra.

Namun, sejauh ini baru penjualan emas yang terpantau mengalami peningkatan. Padahal, gadai emas menjadi pilihan yang lebih aman karena dapat ditebus dan dicairkan kembali apabila sewaktu-waktu harganya kembali meningkat. "Daripada dijual, digadai aja dulu. Emas paling gampang dicairkan," ungkapnya.

Dia mengatakan, banyak nasabah yang datang hanya untuk menanyakan harga emas ke Pegadaian atau bahkan ada juga dari beberapa nasabah yang lebih memilih untuk menahan investasi emasnya. "Kami juga selalu infokan ke nasabah yang akan menjual emas, apa tidak lebih baik emas digadai dulu," ujarnya. (*)

(rt/tya/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia