alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Ketika Pecinta Motor Klasik

Naik Bukit Untuk Bagi-Bagi Jajanan

Belusukan ke Pelosok Desa

07 Agustus 2020, 18: 20: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

BERBAGI DAN BERPETUALANG : Anggota forum KITA Desa-desa ketika perjalanan menuju kawasan perkebunan Ngusri, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari untuk memberikan  bantuan snack beberapa waktu lalu

BERBAGI DAN BERPETUALANG : Anggota forum KITA Desa-desa ketika perjalanan menuju kawasan perkebunan Ngusri, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari untuk memberikan bantuan snack beberapa waktu lalu (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH FOR RADAR BLITAR)

Divisi logistik menyiapkan snack. Yang divisi pendidikan menyampaikan materi pengetahuan. Semua sudah terstruktur di Forum Kita Desa-Desa. Yang penting, anak-anak bisa tertawa gembira.

Semua logistik harus sudah siap pagi itu. Logistik berupa snack berbagai varian sudah dibungkus rapi. Ada sedikitnya 60 bungkus yang disiapkan untuk diberikan kepada anak-anak.

Puluhan bungkus makanan ringan itu lantas dimasukkan ke tas obrok yang sudah ditaruh di jok belakang sepeda motor klasik itu. Ada tiga orang yang membawa boks berisi snack itu. Setelah dipastikan siap, mereka langsung berangkat.

Tiga sepeda motor klasik jenis Honda Win yang mengangkut tas obrok itu melaju mulus di jalan. Perjalanan menantang pun dimulai. Mereka harus menyusuri jalanan berkerikil, berpasir, berkelok dan curam untuk bisa mencapai tempat tujuan di pelosok desa sana. Di Dusun Telogo Gentong, Desa Sumberurip, KecMatan Doko, Kabupaten Blitar.

Pelosok desa pinggiran Blitar bagian utara yang jauh dari gemerlap kehidupan perkotaan itu menjadi sasaran blusukan mereka. Bungkusan snack itupun lantas dibagikan kepada anak-anak yang tinggal di kawasan perkebunan teh itu.

Itulah kegiatan yang dilakukan sejumlah pecinta motor klasik Blitar Raya beberapa bulan terakhir ini. Melalui forum Kita Desa-Desa, mereka berbagi  kebahagiaan dengan memberikan bantuan berupa snack untuk anak-anak di dusun tersebut. "Kadang kami juga memberikan peralatan sekolah berupa buku dan alat tulis lainnya," kata Apriarta Denis, saat ditemui di base camp-nya di Jalan Kalimantan, Kecamatan Sananwetan, Rabu (5/8) lalu.

Pemuda 32 tahun itulah penggagas forum tersebut. Forum itu terbentuk dan baru aktif berkegiatan awal 2020 lalu. Forum itu terbentuk berawal dari cita-cita beberapa anggota klub sepeda motor Honda Win yang melakukan hal lebih dan bermanfaat.

Tak sekedar ngumpul lalu jalan-jalan kemana-mana, tetapi juga bergerak memiliki misi sosial, yakni membantu orang-orang kurang beruntung. Khususnya anak-anak yang tinggal di pelosok desa yang jauh dari pusat kota. "Kami memandang, anak-anak di pelosok desa sana belum sepenuhnya mendapatkan haknya. Hak bersenang-senang menikmati masa kanak-kanaknya. Ya misalnya makan jajanan snack," ujar warga Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul ini.

Kenapa sasarannya kok bukan warga yang kurang mampu atau miskin, kata pemuda lajang ini, karena kemampuan donasi yang diberikan tidak besar. "Kami hanya mampu memberikan snack dan peralatan sekolah. Terpenting, kami bisa membuat anak-anak ini bahagia dan tersenyum," ungkapnya.

Menurut dia, ada rasa senang dan bangga bisa berbagi kepada anak-anak di pelosok desa. Hal yang paling kecil dirasa adalah ketika datang dan memberikan snack, anak-anak langsung menyambutnya dengan senyum ceria. "Mereka langsung berebut jajanan itu. Mungkin saja ada jajan yang belum pernah mereka makan akhirnya penasaran," ujar Denis, lantas tersenyum.

Selain memberi snack, terkadang pecinta motor klasik itu berbagi pengetahuan dan wawasan. Anggota forum yang memiliki latar belakang kuliah pendidikan misalnya, tampil menyampaikan materi ilmu pengetahuan sosial ataupun pengetahuan alam hingga perkembangan teknologi saat ini.

Anak-anak dikumpulkan untuk diberikan wawasan yang baru. Di samping itu, anak-anak juga diajak bermain permainan tradisional. "Kami ingin anak-anak di pelosok desa ini benar-benar senang. Pengetahuannya juga bisa tambah banyak," katanya.

Selama ini, sumber bantuan itu berasal dari donasi anggota forum Kita Desa-Desa. Kadang juga ada donasi dalam bentuk lainnya seperti sayur dan buah-buahan. Uang donasi yang sudah terkumpul lalu dibelikan berbagai macam snack.

Jumlah anggota forum tersebut saat ini mencapai 20 orang. Setiap kali belusukan ke pelosok desa membagikan snack, tidak semua anggota ikut. "Paling banyak selama ini 10 orang yang ikut," katanya. Selain bagi-bagi, para pecinta motor klasik ini juga sekalian jalan-jalan menikmati alam. "Kadang kami juga berkemah. Melihat situasi juga," timpal Muhamad Noval, anggota forum lainnya.

Forum Kita Desa-Desa tersebut bukan hanya pecinta motor Honda Win saja, tetapi motor jenis lainnya juga ada. Forum tersebut terbuka. "Semua orang bisa bergabung. Kami tak melihat mereka dari komunitas mana. Tujuan kami berbagi," ujar warga Desa Bangle, Kecamatan Kanigoro ini.

Forum tersebut memang memilih pelosok desa sebagai misi gerakan sosialnya. Alasannya, karena pelosok desa sangat jarang terjamah oleh arus perubahan.

Biasanya, sebelum berangkat menuju tempat sasaran ada sejumlah persiapan yang dilakukan. Salah satunya menyiapkan perlengkapan onderdil sepeda motor. Mulai ban serep, ban dalam ,alat tambal ban ,oler kopling hingga cadangan bensin, "Jika sewaktu waktu bensin habis di hutan kan berat juga," cletuknya, lantas tertawa.

Maklum, kendaraan yang digunakan memang sepeda motor tua. Sangat rawan terjadi kerusakan. Sebab, pernah kejadian waktu jalan naik menuju Dusun Telogo Gentong, salah satu ban sepeda motor bocor. "Akhirnya kami berhenti ganti baru. Ada juga yang macet," terangnya.

Sementara ini, sudah tiga pelosok desa yang dituju. Dua di wilayah Kecamatan Doko dan satu di Kecamatan Gandusari. Sementara masih wilayah Blitar bagian utara yang disasar.

Dalam waktu dekat, Mereka berencana blusukan ke wilayah Blitar selatan. Sebenarnya sudah ada rencana ke Blitar selatan, tetapi karena ada badai Covid-19, akhirnya rencana itu urung terlaksana. (*)

(rt/kan/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia