alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

693 PMI Hanya Berangkat ke 12 Negara

08 Agustus 2020, 10: 30: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

693 PMI Hanya Berangkat ke 12 Negara

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung - Pandemi Covid-19 membuat ratusan pekerja migran (PMI) di Tulungagung harus menunda keberangkatanya untuk bekerja ke luar negeri. Setelah kurang lebih tiga bulan lamanya PMI Tulungagung menunggu, kini mereka dipastikan bisa kembali bekerja ke luar negeri kembali. Namun, tidak semua negara bisa menerima kedatangan PMI. Tercatat hanya 12 negara yang sudah membuka kembali PMI.

Kabid Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja dan Pelatihan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung Trining Rahayu mengatakan, memang selama pandemi Covid-19, sempat dilakukan penghentian pengiriman PMI ke luar negeri. Namun berdasarkan rilis dari menteri ketenagakerjaan seminggu yang lalu, PMI sudah diperbolehkan kembali bekerja ke luar negeri. “Dari kementerian sudah memperbolehkan pemberangkatan PMI lagi. Namun, tidak boleh langsung sekaligus, tapi secara bertahap,” tuturnya.

Tri, sapaan akrabnya menjelaskan, pada pemberangkatan awal kali ini, yang menjadi prioritas adalah PMI yang tertunda keberangkatannya karena pandemi Covid-19. Di Indonesia ada sekitar 88 ribu PMI yang tertunda. Sedangkan di Tulungagung ada 693 PMI yang sempat tertunda keberangkatannya akibat pandemi Covid-19. “693 PMI yang tertunda keberangkatannya terdiri dari 438 perempuan dan 255 laki-laki,” jelasnya.

infografis

infografis

Nantinya ketika sudah waktunya pemberangkatan, PMI juga harus melakukan pengecekan kesehatan menggunakan PCR. Untuk melakukan pengecekan PCR sebelum pemberangkatan, PMI harus mencari secara mandiri. Sedangkan ketika sudah sampai pada negara penempatan, akan dilakukan pengecekan PCR kembali dan kemudian dikarantina selama 14 hari. “Nanti kalau sudah sampai, akan dites lagi dan dikaratina. Namun, biaya akan ditanggung perusahaan atau majikan tempat mereka bekerja,” paparnya.

Perempuan berkacamata itu mengungkapkan, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Nomor 3/20888/PK.02.02/VII/2020 tentang Penetapan Negara Tujuan Penempatan Tertentu bagi PMI pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), ada 12 negara yang kini sudah bisa menerima kembali PMI. Di antaranya Aljazair, Hongkong, Korea Selatan, Maladewa, Nigeria, Uni Emirat Arab, Polandia, Qatar, Taiwan, Turki, Zambia, dan Zimbabwe. “Untuk saat ini hanya 12 negara tersebut yang sudah bisa menerima PMI kembali,” ungkapnya.

Tri menambahkan, kini PMI di Tulungagung terbilang sudah cukup baik. Perlu diketahui juga, PMI terbagi menjadi tiga macam. Yakni PMI formal, pekerja yang berpendidikan; informal, PMI yang secara pendidikan dapat dikatakan kurang; dan PMI mandiri, orang yang bekerja di luar negeri secara mandiri dengan kemampuan yang dimiliki. Jika dipersentasekan, PMI formal di Tulungagung mencapai 40 persen, PMI nonformal mencapai 60 persen, dan untuk PMI mandiri mencapai 2 persen. “PMI di Tulungagung sudah baik. Angka PMI formal semakin meningkat dari tahun ke tahun. Jadi jika melihat persentasenya, 40 persen PMI di Tulungagung adalah orang yang memiliki pendidikan secara akademik dan biasanya ini bekerja di pabrik, pengeboran, dan sebagainya. Sedangkan 2 persennya adalah PMI yang telah bekerja di luar negeri dengan kemampuan sesuai spesifikasi perusahaan di luar negeri dan tentu gajinya sangat tinggi,” tambahnya.

Perempuan ramah itu mengatakan, pendafataran PMI di Tulungagung sudah dibuka kembali. Pendaftaran PMI tersebut sudah dibuka kembali sejak satu minggu yang lalu ketika sudah memasuki AKB. (*)

(rt/mam/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia