alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radartulungagung
Home > Politik
icon featured
Politik

PKB dan Gerindra Jemput Rekom DPP

Untuk Bakal Calon yang Diusung di Pilbup 2020

08 Agustus 2020, 11: 05: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

Infografis

Infografis

TALUN, Radar Blitar - Sebulan jelang pendaftaran calon, sinyal adanya koalisi sejumlah partai untuk mengadapi petahana dalam gelaran pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Blitar semakin kuat. Misalnya, Partai Gerindra nyaris dipastikan mengusung kadernya maju dalam pilkada nanti. Bahkan, partai besutan Probowo Subianto ini tak ambil pusing untuk posisi kadernya dalam kontestasi demokrasi Desember mendatang. Tidak harus AG 1, Gerindra cukup realistis dengan menawarkan posisi AG 2 bagi jagonya nanti.

Koordinator pemenangan Partai Gerindra dapil VII Jatim Ferdian Reza Alvisa mengatakan, dewan pimpinan cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Blitar memiliki semangat untuk meramaikan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Blitar alias anti bumbung kosong. "Beberapa waktu lalu kami dipanggil ke provinsi (DPD Partai Gerindra Jatim, Red) untuk membahasa Pilkada Blitar," katanya.

Sejumlah nama bakal calon diajukan melalui DPD Jatim, untuk mendapatkan rekomendasi dari partai. Beredar kabar, Gerindra bakal mengutus kader yang notabene seorang pengusaha muda dari wilayah Kecamatan Talun. Sayangnya, pria yang juga anggota DPRD Jatim ini enggan menyebut nama siapa saja jago yang diusulkan untuk bertarung melawan petahana nanti. "Yang jelas sudah mengerucut dua nama, mereka adalah kader partai sendiri," jelasnya.

Menurut dia, dalam waktu dekat rekomendasi tersebut bakal turun. Maklum, waktu yang dimiliki oleh penantang petahana tidaklah banyak. Terlebih, butuh komunikasi intensif untuk menyambut gelaran pilkada yang tinggal empat bulan lagi.

Gerindra, kata Alvis, sudah melakukan penjajagan cukup lama dengan sejumlah partai, PKB salah satunya. Artinya, selain menyamakan persepsi juga menyiapkan segala kemungkinan yang harus dihadapi ketika memutuskan maju atau mengusung calon dalam Pilkada 2020. "Berjuang sampai titik darah penghabisan itu sudah menjadi keharusan. Tentunya, sesuai dengan petunjuk dan rekomendasi dari pusat," tegasnya.

Disinggung soal posisi yang diminta gerindra dalam pilkada 2020 ini, Alvis mengaku, partainya cukup realistis. Memiliki enam kursi dewan masih sangat kurang untuk mengajukan calon. Disisi lain, ada beberapa partai besar yang juga berharap ada kader mereka mengisi posisi strategis dalam pencalonan. "Kami sadar diri, kami ajukan untuk calon wakil bupati. Tapi lagi-lagi, kami hanya kepanjangan tangan partai, begitu juga calon mitra koalisi, butuh petunjuk dari DPP masing masing," akunya.

Sementara itu, DPC PKB Kabupaten Blitar juga mengalami dinamika yang sama. Menunggu dan tergantung pada keputusan ditingkat elit partai di Jakarta, alias DPP PKB. "Hari ini kami ada acara ke Jombang, tak lama lagi kami akan ke Jakarta (ambil rekom dari pusat, Red). Ditunggu saja," tegas politisi senior PKB Kabupaten Blitar Idris Marbawi.

Untuk diketahui, partai pemenang pemilu 2019, PDIP sudah dengan terang mengajukan kembali pasangan Rijanto dan Marhaenis UW untuk kembali macung sebagai bupati dan wakil bupati dalam pilkada 2020. Sedianya  pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati dimulai  6 Sepetember mendatang. (*)

(rt/muh/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia