alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radartulungagung
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Rambut Perlu Nutrisi

Agar Tidak Frizzy

09 Agustus 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

KUSUT : Diperagakan model, Rafika saat menyisir rambutnya. Terlalu sering hairstyling dapat membuat rambut mudah kering.

KUSUT : Diperagakan model, Rafika saat menyisir rambutnya. Terlalu sering hairstyling dapat membuat rambut mudah kering. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

Memiliki rambut kering atau frizzy hair tentu dapat mengganggu penampilan. Rambut kering juga cenderung mudah patah dan susah diatur. Untuk itu diperlukan perawatan agar kelembapan rambut tetap terjaga. Bagaimana merawat rambut agar tidak mudah kering ?

Rambut seperti sebuah mahkota bagi kaum hawa. Tak heran sebagian besar wanita rela merogoh kocek untuk mendapat rambut sesuai dengan keinginan. Berbagai macam perawatan dan hairstyling pun dilakoni untuk menunjang penampilan. Namun terlalu sering hairstyling tentu membuat rambut rusak. Ciri-ciri rambut rusak adalah, kering, bercabang, dan mudah patah bahkan rontok.

Hairstylist Maya Diantika, mengatakan rambut frizzy atau rambut kering adalah kondisi di mana rambut sedang kehilangan kelembapan dan elastisitasnya. Sehingga rambut terkesan kering, kusut, kusam dan mudah patah. Tentu kondisi ini menganggu penampilan. Penyebabnya pun ada dua. Faktor alami dan kimia. Faktor alami rambut kering adalah terkena paparan sinar matahari terus menerus dengan intensitas lama. Paparan sinar matahari yang tidak diimbangi dengan pemberian vitamin dapat membuat helai rambut kering. Selain itu, batang rambut juga mudah patah dan susah diatur. “Terutama yang sering beraktivitas di luar ruangan. Sehingga kadang warna rambut juga pudar dan bercabang, ujarnya.

Faktor kimia. Ini berkaitan dengan penggunaan alat-alat penata rambut. Seperti aktivitas mencatok rambut, penggunaan curly iron dan hair spray. Wanita 31 tahun ini menjelaskan, penggunaan bahan-bahan kimia saat proses hairstyling dapat berpengaruh pada kelembapan rambut. Penggunaan bahan kimia terlalu sering pada rambut membuat hilangnya kutikula pada rambut. Sehingga rambut mudah patah. Memang hairstyling itu untuk membantu dalam penataan rambut. Namun perlu diperhatikan bahwa rambut juga perlu nutrisi, urainya.  

Maya melanjutkan, saat rambut dalam kondisi kering, pori-pori pada rambut sedang terbuka. Ini mengakibatkan pigmen dan keratin pada rambut akan hilang. Untuk itu diperlukan perawatan, agar pori-pori tidak semakin terbuka.

Wanita berambut pendek ini membagikan tips menjaga rambut tidak kering. Bagi yang sering hampir setiap hari styling dengan suhu panas seperti catok, curly iron dan hairdryer sebaiknya gunakan vitamin rambut terlebih dahulu sebelum memulai hairstyling. Ada berbagai pilihan vitamin di pasaran, mulai bentuk spray ada pula berupa oil. Semua memiliki fungsi yang sama untuk melindungi lapisan rambut, jelasnya.

Selain menggunakan vitamin sebelum proses styling. Penggunaan conditioner secara rutin juga dapat membuat kutikula pada rambut tersusun rapi. Sehingga rambut mudah diatur dan terasa lebih lembut.

Maya menambahkan, untuk perawatan ekstra penggunaan masker rambut juga diperbolehkan. Campuran yogurt dan minyak zaitun yang terdapat pada masker rambut dapat membantu mengembalikan kelembapan rambut. Untuk hasil maksimal sebaiknya gunakan masker rambut seminggu sekali hingga dua kali. Pada dasarnya hairstyling boleh, hanya jangan lupa tetap perhatikan kondisi rambut. Ini untuk menghindari agar rambut tidak frizzy, katanya. (nda/and)     

(rt/nda/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia