alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Amankan 41.786 Ekor Benur yang Diduga Ilegal

Hendak Dikirim ke Pacitan Tanpa Dokumen

10 Agustus 2020, 08: 45: 09 WIB | editor : Bella Orlandis

HEBAT: Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si saat mengecek kondisi benur usai diamankan di Mapolres Trenggalek.

HEBAT: Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si saat mengecek kondisi benur usai diamankan di Mapolres Trenggalek. (HUMAS POLRES FOR RADAR TRENGGALEK)

PANGGUL, Radar Trenggalek – Upaya Polres Trenggalek untuk mengamankan potensi laut kawasan selatan Trenggalek membuahkan hasil. Tim khusus yang ditugaskan memerangi kejahatan kelautan dan perikanan berhasil mengamankan 41.786 benur atau baby lobster yang hendak dijual bebas tanpa dokumen yang menyertai.

Penyelundupan baby lobster tersebut merupakan yang terbesar yang pernah diungkap oleh jajaran Polres Trenggalek,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si.

Perwira menengah alumni Akpol tahun 2000 itu menjelaskan, selama ini komplotan penjualan benur ini terkenal begitu licin. Namun tim khsuus Polres Trenggalek bisa mencium gerak gerik Arif (46), warga Desa Ploso Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, selaku sopir yang mengangkut puluhan ribu benur dengan minibus.

Tim khusus memeriksa Arif di pemberhentian check point Desa Besuki Kecamatan Panggul. Dari pemeriksaan, terdapat puluhan ribu benur yang dikemas khusus dan disimpan dalam 9 bok tripung (bok dari bahan foam, red). Polisi kemudian menanyakan kelengkapan dokumen atas benur yang dibawa Arif tersebut. Namun dia tidak bisa menunjukan Surat Keterangan Asal Benih (SKAB), sehingga polisi menggelandangnya ke Mapolres Trenggalek, serta mengamankan barang bukti benur dan mobil bernopol AE 1429 XB.

Dari 41.786 benur tersebut, sebanyak 39.576 ekor benur jenis Pasir, dan 2.210 ekor benur jenis Mutiara. Kepada polisi Arif mengaku membawa benur – benur ini dari Koiman, warga Panggul yang selama ini diduga sebagai pengepul dan pemain lama penjualan benur illegal. “Rencananya, puluhan ribu benur itu akan dibawa ke Pacitan. Namun, kasus ini masih terus kami dalami, terkait siapa saja yang terlibat dan jaringannya sejauh mana.” kata kapolres.

Pria ramah itu tak memungkiri, wilayah pesisir Bumi Menak Sopal berpotensi terhadap sindikat-sindikat penyelundupan benur. Pihaknya pun sudah mengantisipasinya dengan cara membentuk tim khusus. Tugasnya tak lain adalah mengungkap kasus-kasus yang berkaitan dengan kejahatan kelautan dan perikanan. “Puji syukur, ini adalah keberhasilan dari Tim Khusus yang kita bentuk berkat kerjasama dengan polsek setempat” cetus AKBP Doni. (tra)

(rt/pur/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia