alexametrics
Rabu, 28 Oct 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Omzet Pedagang Bendera Merosot

10 Agustus 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

MUSIMAN: Adi Setiadi menjajakan ragam bendera dan umbul-umbul di sekitar Jalan KHR Abdul Fattah kemarin (9/8)

MUSIMAN: Adi Setiadi menjajakan ragam bendera dan umbul-umbul di sekitar Jalan KHR Abdul Fattah kemarin (9/8) (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung - Memasuki Agustus seharusnya menjadi saat-saat bagi para pedagang bendera dan ornamen merah-putih panen rezeki. Bagaimana tidak, lazimnya berbagai perayaan khas 17 Agustus akan mulai digelar di setiap sudut-sudut daerah. Namun, tahun ini tampak berbeda. Tidak ada tanda-tanda perayaan meriah di setiap kampung. Tak heran, kondisi ini turut berimbas pada omzet para pedagang bendera dan ornamen merah-putih. Seperti yang dirasakan oleh Adi Setiadi.

Adi, seorang pedagang bendera musiman di sekitar Jalan KHR Abdul Fattah mengaku, penjualan bendera kali ini relatif sepi jika dibandingkan tahun lalu. Selain tidak adanya perayaan meriah akibat imbas Covid-19, jumlah pedagang bendera pun mengalami penurunan drastis. “Peminatnya tidak seramai tahun lalu. Jumlah pedagang pun juga sedikit untuk tahun ini. Terasa berbeda saja dengan sebelum-sebelumnya,” jelasnya.

Pria asal Bandung, Jawa Barat, ini mengatakan, meskipun jumlah pedagang musiman relatif sepi, kondisi ini tidak terlalu berimbas pada penjualannya. Bahkan untuk penjulan bendera dan umbul-umbul, kali ini mengalami penurunan sebesar 40-50 persen jika dibandingkan tahun lalu. Jika sebelumnya sejak awal Juli dia dan beberapa pedagang musiman lain sudah menggelar stan di beberapa titik keramaian di Kota Marmer, kali ini jumlah pedagang musiman dapat dihitung dengan jari.

Adi mengaku sempat ragu ketika hendak membuka stan. Sebab beberapa wilayah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara ketat. Untuk itu, akses keluar-masuk wilayah pun terbatas. Tak hanya itu, dia pun sempat bingung ketika hendak order barang dengan jumlah besar. “Nanti ketika saya telanjur order barang, ternyata tidak laku, kan saya yang rugi. Tapi kalau tidak order, nanti pembelinya meningkat. Sempat bingung juga, akhirnya saya tetap order, tapi dengan jumlah tidak sebanyak tahun lalu,” terangnya.

Pria berkulit putih ini mengatakan, masih sama seperti tahun lalu. Umbul-umbul merah putih dengan desain lurus masih menjadi tren di kalangan masyarakat. Sementara untuk bendera ukuran 1 meter x 20 sentimeter menjadi paling banyak diburu. Ini karena bendera tersebut sesuai jika digunakan di rumah-rumah ataupun kantor yang berukuran kecil. Meskipun mengalami penurunan penjualan, dia mengaku tetap bersyukur karena masih dapat mendulang rezeki. (nda/ed/rka)

(rt/nda/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia