alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Boleh Bersepeda, tapi Tetap Jaga Keselamatan

10 Agustus 2020, 12: 30: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

BERHENTI SEJENAK: Beberapa pesepeda yang sedang beristirahat di lingkungan Alun-alun Trenggalek beberapa waktu lalu.

BERHENTI SEJENAK: Beberapa pesepeda yang sedang beristirahat di lingkungan Alun-alun Trenggalek beberapa waktu lalu. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Kendati belum ada kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan pesepeda di Trenggalek, aparat kepolisian janji akan menindak tegas bagi para pesepeda yang tidak mematuhi aturan berlalu lintas. 

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Trenggalek AKP Randy Azdar tak memungkiri, fenomena pesepeda kian populer sejak kemunculan pandemi virus korona. Menurut dia, suatu cara untuk menghindari paparan virus tersebut, salah satunya dengan olahraga sepeda.

Di samping itu, olahraga sepeda yang digemari semua kelas, mulai usia anak-anak hingga dewasa. Ternyata, kata dia, tak dibarengi dengan pemahaman masyarakat. Terutama tentang bagaimana bersepeda yang taat aturan. Sehingga tidak membahayakan dirinya dan pengguna jalan yang lain. “Upaya kami selama ini masih bersosialisasi, dengan menegur pesepeda yang bergerombol di siang dan malam hari,” tegasnya. 

Randy mengaku, tingkat risiko terjadi laka lantas lebih tinggi ketika malam hari. Sepeda-sepeda yang tidak dilengkapi dengan lampu dapat memicu terjadinya laka lantas. Pihaknya pun mengimbau para pesepeda agar memberikan lampu tambahan. Tujuannya, sebagai tanda untuk pengguna jalan lainnya.

“Apalagi ketika melintas di jalan-jalan nasional, akan sangat berbahaya sekali. Untuk itu, olahraga sepeda mengutamakan keselamatan. Jangan sampai melanggar lalu lintas sehingga membahayakan nyawa sendiri dan orang lain,” jelas dia. 

Hal senada diungkapkan salah satu penggemar olahraga bersepeda. Slamet Widodo mengungkapkan, tak kalah penting bersepeda dengan mematuhi safety riding-nya. Yakni melengkapi diri menggunakan helm, sarung tangan, sepatu, dan pengaman siku. Selain itu, tidak boleh bercanda saat di jalan dan tidak bersepeda dengan cara bergerombol. “Biasanya saya tegur dengan kode satu jari (jangan bergerombol, Red),” ujarnya. 

Menanggapi isu terkait sepeda yang dilengkapi lampu karena tren, Tom -begitu pria berjenggot ini biasa disapa- mengaku itu bukanlah tren. Sepeda-sepeda yang tak dilengkapi lampu biasanya jenis sepeda rakitan. Khususnya untuk sepeda pabrikan, standarnya sudah dilengkapi lampu reflector. “Lampu reflektor biasanya ada di belakang sadel, pedal, dan roda. Kalaupun ditambah, bisa lebih aman. Harganya pun murah,” kata dia. (*)

(rt/pur/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia