alexametrics
Rabu, 28 Oct 2020
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

Izin Orang Tua Harga Mati

Bila Gelar Pembelajaran Tatap Muka

11 Agustus 2020, 09: 06: 00 WIB | editor : Bella Orlandis

Infografis

Infografis

KOTA, Radar Tulungagung – Sepekan jelang dibukanya kembali pembelajaran tatap muka untuk jenjang SMA/SMK, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung tegaskan seluruh sekolah yang akan menggelar pembelajaran tatap muka wajib kantongi izin orang tua/wali murid dan itu tidak bisa ditawar. Jika tidak, sekolah dipastikan tidak dapat memaksakan untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Wakil juru bicara (jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro mengatakan sesuai dengan video conference yang dirilis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, izin orang tua menjadi kunci sekolah dapat menggelar pembelajaran tatap muka kembali. “Tentunya izin ini juga harus diimbangi dengan kesiapan fasilitas juga. Fasilitas oke, tapi orang tua tidak mengizinkan ya sekolah tidak bisa memaksa,” jelasnya.

Galih melanjutkan, selain wajib mengantongi izin orangtua/wali murid melalui komite, pihak sekolah pun diimbau untuk tetap memberikan fasilitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa-siswi yang tidak diizinkan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Sehingga materi dapat tetap tersampaikan tanpa harus datang ke sekolah. “Karena ada beberapa yang mungkin orangtuanya masih khawatir, ya tidak apa-apa. Sekolah harus tetap memberikan fasilitas untuk PJJ,” urainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabupaten Tulungagung yang sudah masuk zona risiko penularan rendah (zona kuning), telah mendapatkan restu untuk ikut menggelar pembelajaran tatap muka. Rencananya pemkab bakal menggelar trial atau uji coba terlebih dahulu untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka akan dilakukan pertama kali pada jenjang SMA/SMK. Ini dikarenakan sekolah-sekolah tersebut telah memiliki fasilitas, sarana prasarana yang memadai. Dengan tetap mengedepankan kehati-hatian dalam proses pelaksanaan, pembukaan pembelajaran tatap muka akan dilakukan secara bertahap.

Sementara itu dikuti dari laman resmi kemendikbud RI, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim melalui video conference menyampaikan telah melakukan revisi terhadap surat keputusan bersama (SKB) tiga Menteri terkait penanganan covid-19 pada sektor pendidikan. Salah satu poin yang direvisi adalah dengan memperluas pembelajaran tatap muka pada zona hijau dan kuning. Dalam video tersebut, Nadiem juga menyampaikan jika sekolah yang akan menggelar pembelajaran tatap muka harus membatasi jumlah siswa. Maksimal 50 persen dari kapasitas normal. Sementara untuk durasi pembelajaran pun juga dibatasi, dan kegiatan ekstrakurikuler dan kantin sekolah ditiadakan. “Ini untuk mencegah adanya kerumunan massa pada lingkungan sekolah,”ujarnya dalam video conference. (*)

(rt/nda/bel/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia