alexametrics
Rabu, 28 Oct 2020
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Tiga Hari Seminggu Belajar di Kelas

12 Agustus 2020, 09: 30: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

PERSIAPAN: Beberapa guru di SMK PGRI 1 Tulungagung memeragakan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah, kemarin.

PERSIAPAN: Beberapa guru di SMK PGRI 1 Tulungagung memeragakan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah, kemarin. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Persiapan untuk kembali melakukan pembelajaran tatap muka terus dilakukan setiap lembaga sekolah. Ini setelah Pemprov Jawa Timur (Jatim) akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka pada 18-31 Agustus mendatang. Keputusan tersebut tertuang pada Surat Gubernur Jatim Nomor 420/11350/10.11/2020.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim wilayah Tulungagung-Trenggalek Solikin mengatakan, setidaknya terdapat enam poin penting yang disampaikan dalam surat tersebut. “Melalui surat gubernur itu, pemprov berencana melakukan uji coba dulu selama dua minggu,” jelasnya kemarin (11/8).

Solikin melanjutkan, sesuai dengan poin yang terdapat pada surat gubernur tersebut, intinya sekolah yang akan mengadakan pembelajaran tatap muka, tetap mengedepankan protokol kesehatan. Salah satunya dengan pembatasan jumlah siswa. Untuk sekolah di kabupaten/kota dengan status kuning, maksimal hanya diisi 50 persen dari kapasitas normal. Sementara untuk sekolah yang berada di zona jingga, hanya diisi maksimal 25 persen dari kapasitas normal. “Dengan pembatasan ini, diharapkan tidak ada kontak fisik antarsiswa,” imbuhnya.

Sementara itu, persiapan sarana prasarana (sarpras) jelang pembelajaran tatap muka juga terus dilakukan. Seperti yang terlihat di SMK PGRI 1 Tulungagung. Sejumlah fasilitas seperti penyediaan wastafel untuk cuci tangan tampak dipasang di setiap sudut sekolah. Jumlahnya pun diperbanyak sehingga siswa tidak perlu mengantre. Selain itu, sarpras seperti unit kesehatan sekolah (UKS) pun terus dilakukan. “Di UKS ini nanti kami bekerja sama dengan puskesmas terdekat. Sehingga jika terjadi apa-apa, bisa segera tertangani,” jelas Kepala SMK PGRI 1 Tulungagung Murpriono.

Sesuai surat dari gubernur Jatim, Murpri -sapaan akrabnya- mengatakan, pihaknya telah membuat jadwal rotasi belajar bagi siswa. Sehingga dalam satu minggu, seorang siswa hanya akan belajar di sekolah selama tiga hari. Sementara sisanya, siswa akan mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah. Untuk satu kali pembelajaran, dalam satu kelas hanya diisi 50 persen dari jumlah rombel. “Dalam satu rombel ada 36 siswa. Jadi nanti hanya ada sekitar 16-18 siswa saja yang masuk. Sisanya di rumah dulu, terus gantian seperti itu,” terangnya.

DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN : Seorang guru mencuci tangan sebelum memasuki ruang kelas

DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN : Seorang guru mencuci tangan sebelum memasuki ruang kelas (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

Mengenai durasi pembelajaran, pria berkacamata ini menjelaskan, dalam sekali pembelajaran siswa akan menerima setidaknya empat mata pelajaran sekaligus. Untuk satu mata pelajaran maksimal berdurasi sekitar 40-45 menit. Sehingga total lama pembelajaran hanya 3-3,5 jam per siswa. “Kantin sekolah juga kami tutup. Jadi anak datang langsung KBM, selesai ya langsung pulang,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sepekan jelang dibukanya kembali pembelajaran tatap muka untuk jenjang SMA/SMK, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung tegaskan seluruh sekolah yang akan menggelar pembelajaran tatap muka wajib kantongi izin orang tua/wali murid melalui komite sekolah. Jika tidak, sekolah dipastikan tidak dapat memaksakan untuk menggelar pembelajaran tatap muka. Sekolah pun diminta untuk melengkapi sarpras sesuai protokol pencegahan Covid-19. (*)

(rt/nda/bel/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia