alexametrics
Rabu, 28 Oct 2020
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Bekas Asrama Poltekkes Siap Tampung Warga Positif Tanpa Gejala

12 Agustus 2020, 11: 30: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

KEBUT : Tim Gugug Tugas mengecek kesiapan bangunan bekas asrama mahasiswa Poltekes di Jalan dr. Soetomo, Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kemarin (11/8)

KEBUT : Tim Gugug Tugas mengecek kesiapan bangunan bekas asrama mahasiswa Poltekes di Jalan dr. Soetomo, Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kemarin (11/8) (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLOH / RADAR BLITAR)

SANANWETAN, Radar Blitar - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Blitar akhirnya memutuskan bekas asrama mahasiswa Poltekkes menjadi tempat isolasi bagi warga konfirmasi positif korona tanpa gejala.

Kemarin tim gugus tugas mulai mengecek kesiapan bangunan bekas asrama Poltekkes yang terletak di Kelurahan/Kecamatan Sananwetan tersebut. Selain itu, tim juga memperbaiki sejumlah sarana dan prasarana yang sudah rusak atau tidak layak pakai.

Sekretaris GTPP Covid-19 Kota Blitar Hakim Sisworo mengatakan, bangunan bekas asrama itu terdapat dua lantai. Total ada 27 tempat tidur yang bakal dipersiapkan untuk warga terkonfirmasi korona tanpa gejala. "Semua nanti kita pusatkan di sini (asrama Poltekkes). Yang pustu sementara dibatalkan," terangnya, ditemui saat di Poltekkes kemarin.

Pembatalan puskesmas pembantu (pustu) sebagai tempat isolasi bagi warga positif korona tanpa gejala itu karena beberapa pertimbangan. Salah satunya mengenai keamanan warga sekitar pustu. "Sebagian warga ada yang khawatir. Selain itu, berisiko malah bisa menular ke anggota keluarga lainnya," ujarnya.

Maka dari itu, gugus tugas memutuskan untuk menyediakan tempat isolasi khusus bagi kasus konfirmasi tanpa gejala. Jumlah tempat tidur di setiap kamar berbeda. Ada yang hanya satu tempat tidur ada yang dua.

Nantinya, jika ada satu keluarga yang harus diisolasi maka bisa memanfaatkan kamar tidur berisi dua tempat tidur. Anggota keluarga yang memiliki riwayat kontak erat dan dinyatakan positif harus digeser ke bekas asrama mahasiswa Poltekkes. "Kini kami menunggu petunjuk dari dinkes (dinas kesehatan) terkait pemenuhan sarana dan prasaranya dari dinkes. Sebab, dinkes yang punya SOP-nya," katanya.

Gugus tugas akan mengerahkan sejumlah relawan untuk memantau sejumlah warga konfirmasi tanpa gejala korona di bekas asrama itu. Relawan juga dibantu tim tenaga kesehatan dari dinkes dan puskesmas setempat. Untuk pengamanan, nanti ada aparat kepolisian dan TNI.

Di samping itu, kata Hakim, RSUD Mardi Waluyo juga telah menyiapkan sejumlah kamar isolasi bagi pasien konfirmasi positif korona tanpa gejala. Jumlahnya ada 13 tempat tidur. "Yang enam tempat tidur di antaranya sudah ditempati. Jika nanti penuh, kita geser ke sini (Poltekkes)," tandasnya. (*)

(rt/kan/bel/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia