alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Dana Cekak, Ekskavasi Candi Gedog Berhenti

Bakal Dilanjut September

13 Agustus 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

BERSEJARAH: Dua warga melihat lokasi kawasan Candi Gedog. Rencananya ekskavasi berlanjut pada September mendatang.

BERSEJARAH: Dua warga melihat lokasi kawasan Candi Gedog. Rencananya ekskavasi berlanjut pada September mendatang. (ADITYA YUDA SETYA PUTRA/RADAR BLITAR)

SANANWETAN, Radar Blitar - Ekskavasi Candi Gedog yang rencananya dilakukan pada Juni lalu ternyata batal. Alasannya tak lain karena pandemi Covid-19. Meski demikian, ekskavasi sudah dijadwal ulang pada September mendatang.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar Wahyudi Dwi Budi Warsono mengatakan, salah satu alasan penudaan ekskavasi yakni pandemi korona. “Sebenarnya bulan Juni. Tapi karena masih ada Covid-19 sehingga tertunda. Direncanakan menurut jadwal, September kami mulai,” ujarnya.

Disparbud menilai sangat riskan jika tetap melaksanakan ekskavasi saat pandemi seperti sekarang. Sebab dalam kegiatan itu, besar kemungkinan terjadi kerumunan orang dalam satu titik.

Alasan lain yakni kini disparbud terkendala biaya. Meski tak menjelaskan detail, Wahyudi mengaku memang butuh anggaran cukup besar dalam pemenuhan biaya operasional ekskavasi. “Kami terbentur dengan anggaran. Dananya tidak cukup,” akunya.

Ada kemungkinan, lanjut Wahyudi, ekskavasi kembali ditunda.  Yakni apabila nantinya dalam ekskavasi didapati candi yang terkubur berupa bangunan dan berukuran cukup besar. Tentu akan membuat para ekskavator harus merusak pohon beringin yang memang sudah ada di lokasi candi sejak lama. Namun bila ditemukan kembali serpihan-serpihan kecil, kemungkinan besar proses penggalian tetap berlanjut.

Guna menghindari hal-hal tidak diinginkan, Wayudi menegaskan bakal segera berkoordinasi dengan pihak terkait. Beberapa di antaranya lurah Gedog, camat Sananwetan, dan warga di sekitar lokasi. Selain itu, juga akan dibantu beberapa pihak dalam pelaksanaannya nanti. Salah satunya Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) yang akan bertugas sebagai supervisi dalam proses penggalian.

Disparbud juga bakal menggandeng paguyuban Joko Pangon yang selama ini bertindak sebagai pengelola Candi Gedog. Itu sebagai upaya pemberdayaan masyarakat lokal. Mereka bakal dilibatkan dalam tahap penggalian awal.

Jika ekskavasi benar-benar dilakukan September mendatang, Wahyudi berharap situs cagar budaya itu dapat menjadi salah satu destinasi wisata sejarah. “Kami berharap hasilnya memuaskan. Kemudian dijadikan sebagai pusat kajian sejarah dan wisata sejarah dan budaya,” pungkasnya. (*)

(rt/tya/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia