alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Segel Tiang Jaringan FO Tak Berizin

14 Agustus 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

MELANGGAR: Petugas satpol PP memasang segel di tiang jaringan FO yang belum mengantongi izin di Jalan Panglima Sudirman, kemarin (13/8).

MELANGGAR: Petugas satpol PP memasang segel di tiang jaringan FO yang belum mengantongi izin di Jalan Panglima Sudirman, kemarin (13/8). (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RDAR BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Satpol PP Kota Blitar menyegel tiang jaringan internet fiber optik (FO) di dua titik, kemarin (13/8). Penyegelan dilakukan karena pemasangan belum mengantongi izin.

Dua tiang jaringan FO yang disegel itu berada di Jalan Ciliwung dan Jalan Jenderal Panglima Sudirman. Penyegalan juga disaksikan langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Blitar. Petugas satpol PP memasang stiker penyegelan di tiang dan kotak jaringan FO.

Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang Dinas PUPR Kota Blitar Tonny Hermawanto mengatakan, dua tiang jaringan FO tersebut harus disegel karena belum berizin. Sebelumnya, dinas sudah memperingatkan perusahaan pemasang jaringan FO agar segera mengurus izin. "Kami sudah lalukan prosedur. Melayangkan surat peringatan sampai tiga kali, tapi tidak juga ada respons. Akhirnya kami terbitkan surat penyegelan," jelasnya kemarin (13/8).

Sebenarnya, lanjut dia, dinas sudah merekomendasikan kepada perusahaan pemasang FO tersebut agar memakai kabel tanam. Sehingga tidak mengganggu tata ruang dan pengguna jalan. "Namun, dari perusahaan tidak melakukan. Dia memasang di tiang dan tidak ada izinnya lagi," terang pria berkacamata ini.

Seharusnya, sebelum memasang jaringan FO harus melalui prosedur yang berlaku. Yakni mengurus izin prinsip terlebih dahulu dan beberapa dokumen izin lainnya. Seperti izin mendirikan bangunan (IMB) dan izin AMDAL.

Dinas memberikan waktu satu bulan lagi bagi pemasang untuk mengurus izin. Dinas sudah memberi tahu pemasang terkait proses penyegelan tersebut. Apabila sebulan lebih juga tidak ada respons, maka akan dibongkar. "Kami minta pertimbangan, apa nanti dibongkar perushaan sendiri atau kami bongkar," tegasnya.

Kabid Penegak Perda Satpol PP Agus Suherli mengatakan, penyegelan itu sudah melalui tahapan prosedur. Dinas sudah mengirimkan surat peringatan I sampai III. "Hingga akhirnya diputuskan disegel karena belum ada izin," terangnya.

Menurut dia, pemasangan jaringan FO tersebut sudah melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang IMB. Dinas terkait sudah melakukan tahapan prosedur sebelum penyegelan. "Sesuai aturan, perusahaan diberi waktu sebulan untuk segera mengurus izin. Jika tidak mengurus, akan dibongkar," tandasnya. (*)

(rt/kan/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia