alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radartulungagung
icon-featured
Features
UPN Veteran Jatim Berdayakan Petani

Terus Dampingi Petani, Aplikasikan APH Ramah Lingkungan

07 September 2020, 07: 00: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

AKSI NYATA: Serah terima bantuan alat pertanian kepada kelompok tani Margo Rukun I di Desa Wates, Kecamatan Campurdarat.

AKSI NYATA: Serah terima bantuan alat pertanian kepada kelompok tani Margo Rukun I di Desa Wates, Kecamatan Campurdarat. (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/RATU)

Untuk mewujudkan rasa bela negara, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur (Jatim) hadir di tengah masyarakat, khususnya para petani. Yakni untuk mendengarkan persoalan yang dihadapi dan memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Karena sudah menjadi kewajiban UPN Veteran Jatim mengabdikan diri kepada masyarakat atas ilmu yang dimiliki.

MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN, Campurdarat, Radar Tulungagung

Sekitar pukul 09.30 rombongan dari UPN Veteran Jatim hadir di tengah kelompok tani Margo Rukun I yang berada di Dusun Gulu, Desa Wates, Kecamatan Campurdarat. Kedatangan rombangan mendapatkan sambutan hangat dari anggota kelompok tani tersebut. Ini bukanlah kali pertama UPN Veteran Jatim mendatangi kelompok tani Margo Rukun I. Selama acara berlangsung, para petani tersebut sangat antusias mendengarkan paparan dari pihak UPN Veteran Jatim.

Ketua Dimas PIHAT, UPN Veteran Jatim, Dr Ir Penta Suryaminarsih mengatakan, kegiatan kali ini merupakan salah satu rangkaian acara dari pelatihan perbanyakan agensiah hayati dengan menggunakan fermentor yang merupakan salah satu bentuk implementasi penelitian untuk pengabdian masyarakat. “Pengabdian masyarakat yang kami lakukan adalah pengaplikasian dari penelitian yang sudah kami lakukan. Jadi sudah teruji dan hasil penelitiannya bagus untuk diaplikasikan kepada petani yang mengalami masalah pada tanamannya,” tuturnya.

Kebetulan di daerah Desa Wates, Kecamatan Campurdarat, para petani hortikultura beberapa tahun terakhir ini mengalami penurunan produksi. Hal itu disebabkan serangan OPT yang semakin meningkat, terutama pada musim penghujan. Selain itu, karena di desa tersebut merupakan sentra pengembangan tanaman hortikultural, maka pihaknya memutuskan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat.

“Kami akhirnya memutuskan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat di desa tersebut. Pemberdayaan masyarakat yang kami lakukan adalah pemanfaatan APH Streptomyces sp., Trichoderma sp. Untuk pengendalian OPT tanaman hortikultura,” jelas perempuan lulusan program doktoral Universitas Airlangga itu.

Penta, sapaan akrabnya mengungkapkan, selain permasalahan hama penyakit tanaman hortikultura, penggunaan pestisida yang tinggi oleh para petani juga menjadi persoalan berkurangnya hasil produksi tanaman hortikultura. Maka dari itu, pihaknya melakukan pelatihan pemberdayaan petani melalui teknologi penyediaan dan aplikasi agensia hayati yang lebih efisien, berbasis teknologi ramah lingkungan dan bekelanjutan dalam mengendalikan hama penyakit, serta meningkatkan kesuburan tanah. “Jadi dalam pemberdayaan yang kami lakukan. Ada beberapa tahapan, yakni sosialisasi, pelatihan, pengaplikasian, dan monitoring. Kami juga akan memberikan alat untuk menunjang petani,” terangnya.

Perempuan berkerudung itu menjelaskan, pihaknya akan tetap mendampingi kelompok tani tersebut hingga bisa menerapkan dan mandiri. Pihaknya benar-benar melakukan pendampingan kepada para petani. Dengan harapan, para petani bisa mengantisipasi serangan hama dan tidak ketergantungan dengan pestisida dan menjadikan wilayah tersebut sebagai wilayah pertanian hortikultura. “Maka dari pemberdayaan yang kami lakukan, para petani bisa membuat pupuk organik dan biopestisida sendiri yang kemudian bisa menjualnya. Dengan seperti itu, lingkungan akan tetap terjaga,” paparnya.

Semua itu dilakukan sebagai implementasi dari ikon bela negara UPN Veteran Jatim. Di dalam bela negara ada nilai cintah tanah air dan lingkungan. Pemberdayaan masyarakat inilah salah satu bentuk implikasi dari bela negara tersebut. “Bagi kami kebahagiaan adalah bagaimana kita bisa membagikan ilmu kepada masyarakat,” pungkas perempuan asli Surabaya itu. (*)

(rt/mam/dre/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia