alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan
Kepedulian Keluarga Besar MAN 2 Blitar

Swadaya Bantu Smartphone, Launching Dua Buku Karya Guru

di Tengah Pandemi

10 September 2020, 10: 19: 39 WIB | editor : Bella Orlandis

ISTIMEWA: Kasi Pendma Kemenag Kab. Blitar Drs H Hamim Thohari MA (kiri) dan Kepala MAN 2 Blitar Drs Ahmad Zubaidi MSi saat launching buku karya guru MAN 2 Blitar.

ISTIMEWA: Kasi Pendma Kemenag Kab. Blitar Drs H Hamim Thohari MA (kiri) dan Kepala MAN 2 Blitar Drs Ahmad Zubaidi MSi saat launching buku karya guru MAN 2 Blitar. (YANU ARIBOWO/RADAR BLITAR)

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) membuat keluarga besar MAN 2 Blitar terus menyesuaikan diri. Ketersediaan smartphone dan paket data menjadi salah satu perhatian. Tak hanya itu, di tengah pandemi para guru madrasah aliyah ini juga produktif menulis buku. Dalam agenda MAN 2 Blitar Berbagi di Tengah Pandemi bersama Telkomsel, Rabu (9/9) dua buku di-launching bersamaan.

Kendala di lapangan saat penerapan PJJ ingin diminimalisasi keluarga besar MAN 2 Blitar. Pasalnya, madrasah ini tidak ingin ada anak didiknya yang mengalami kendala selama pembelajaran tatap muka belum diberlakukan kembali. Salah satu terobosan yang diambil adalah bantuan peminjaman smartphone dan bantuan paket data.

Hal itu didasari hasil home visit yang dilakukan bagian hubungan masyarakat (humas) dan bimbingan konseling (BK) menindaklanjuti kendala selama PJJ berjalan. Harapannya, home visit itu bisa memberikan solusi yang tepat sasaran. "Dari hasil evaluasi, ada anak yang tidak aktif. Kenapa? Tentunya kami harus home visit dan ternyata ada yang terkendala keterbatasan fasilitas. Ada anak yang tidak memiliki smartphone atau satu keluarga tiga anak yang masih sekolah yang kondisi ekonomi orang tuanya kurang mampu," jelas Kepala MAN 2 Blitar Drs Ahmad Zubaidi MSi.

SIMBOLIS: Penyerahan bantuan masker, face shield, paket data dan peminjaman smartphone di Aula MAN 2 Blitar, Rabu (9/9).

SIMBOLIS: Penyerahan bantuan masker, face shield, paket data dan peminjaman smartphone di Aula MAN 2 Blitar, Rabu (9/9). (YANU ARIBOWO/RADAR BLITAR)

Khusus untuk bantuan peminjaman smartphone, itu merupakan bentuk swadaya dan kebersamaan keluarga besar MAN 2 Blitar. Sesuai rencana, bantuan peminjaman smartphone berlangsung hingga pembelajaran tatap muka diberlakukan kembali. Sedangkan, bantuan paket data bekerja sama dengan Telkomsel masing-masing 8 GB selama empat bulan, bantuan masker dan face shield dikucurkan melalui dana BOS madrasah. Istimewanya masker itu produk anak tata busana dan face shield produk anak multimedia.

Tak hanya masker dan face shield untuk seluruh anak didik, madrasah yang berada di Jalan PB Sudirman 1, Kelurahan Beru, Wlingi, juga membagikan bantuan serupa kepada empat madrasah tsanawiyah negeri (MTsN) di sekitar Wlingi. Yakni, MTsN 2 Blitar (Talun), MTsN 4 Blitar (Gandusari), MTsN 5 Blitar (Selorejo), dan MTsN 8 Blitar (Selopuro). "Total ada 200 paket dalam program MAN 2 Blitar Berbagi Masker dan Face Shield yang dibagikan kepada empat MTsN," jelas pria murah senyum ini.

Dalam kesempatan yang sama, juga di-launching buku-buku karya guru MAN 2 Blitar, seperti buku setebal 150 halaman berjudul Guru MAN 2 Blitar Menulis di Masa Pandemi Covid-19 yang ditulis oleh 38 Guru MAN 2 Blitar, serta buku berjudul Pembelajaran Menulis Karya Ilmiah Berbasis Masalah Lingkungan setebal 92 halaman yang ditulis oleh Soendari, SPd. Keduanya diterbitkan oleh Pustaka Media Guru Surabaya. "Buku Guru MAN 2 Blitar Menulis di Masa Pandemi Covid-19 adalah kumpulan pengalaman, suka duka teman-teman guru selama menjalani PJJ," jelas pria yang akrab disapa Zubaidi.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar Drs H Hamim Thohari MA sangat mengapresiasi langkah positif MAN 2 Blitar. Harapannya madrasah ini bisa menjadi sumber belajar anak dan guru. Selain itu, madrasah harus menjadi tempat yang full keterampilan. Tidak hanya mewadahi bidang umum dan keagamaan saja, tapi ada pembekalan keterampilan bagi anak-anak. Harapannya setelah memiliki kompetensi, ada kerja sama dengan dunia industri. Jadi, saat lulus anak-anak sudah memiliki kompetensi khusus. "Saat lulus anak-anak bisa langsung terbang dengan kompetensi masing-masing. Bisa berperan dalam aktivitas keagamaan, aktivitas umum, maupun aktivitas produksi keterampilan," jelas pria ramah ini.

Perlu diketahui, madrasah yang memiliki website www.man2blitar.sch.id tak hanya fokus dalam pembelajaran umum dan keagamaan. Selain peminatan MIPA, IPS dan Keagamaan, ada tambahan keterampilan tata boga, tata busana, kriya batik, teknik komputer jaringan (TKJ) dan multimedia. Total saat ini ada 1.157 anak didik yang menimba ilmu di MAN 2 Blitar. (*)

(rt/yan/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia