alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek
Tunda Penetapan DPS

Bawaslu Temukan Identitas Orang yang Sudah Meninggal Masuk dalam DPHP

12 September 2020, 09: 36: 25 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

KOTA, Radar Trenggalek - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Trenggalek menemukan beberapa permasalahan pada proses pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih oleh KPU Trenggalek. Akibatnya, rapat pleno guna menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) yang sejatinya dilakukan pada Rabu kemarin (9/9) harus ditunda.

Pleno baru bisa dilaksanakan setelah KPU menyelesaikan permasalahan yang ditemukan sesuai saran Bawaslu. "Jadi dengan adanya beberapa masalah yang belum diselesaikan, kami sampaikan saran dan masukan untuk menunda rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran (DPHP) tingkat kabupaten," ungkap Ketua Bawaslu Trenggalek Ahmad Rokhani.

Rokhani menjelaskan, permasalahan yang ditemukan tersebut di antaranya masih ada identitas orang yang telah meninggal dimasukkan dalam DPHP. Panwaslu telah mengirimkan suret ke panitia pemilihan kecamatan (PPK). Namun, hal tersebut tidak digubris oleh PPK setempat dan malah dijawab akan diubah dalam DPS hasil pembaharuan (DPSHP). "Kami memberikan saran sebelum ada rapat pleno untuk memutuskan DPS. Makanya dengan belum dilaksanakan, lebih baik rapat pleno ditunda. Sedangkan pada DPSHP nanti akan dilakukan jika ada perubahan data setelah penetapan DPS," katanya.

Berdasarkan laporan, ada tiga PPK yang mengabaikan saran tersebut. Mereka berada di Kecamatan Kampak, Pule, dan Panggul. Bawaslu memberi tenggang waktu sebelum Senin (14/9) mendatang bagi ketiga PPK untuk memperbaiki. Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), hasil rekapitulasi tingkat kabupaten dilaksanakan mulai Sabtu lalu (5/9) hingga Senin (14/9) mendatang. "Masih ada waktu untuk melakukan perbaikan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Trenggalek Gembong Derita Hadi tidak bisa berbicara banyak. Mengingat data pemilih yang ada kini sifatnya dinamis. Sehingga kemungkinan akan terus berubah hingga waktu pencoblosan pada 9 Desember mendatang. "Pastinya akan kami laksanakan. Sedangkan untuk hasil coklit, belum bisa disampaikan karena data bisa berubah," imbuhnya. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia