alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Uji Coba Tatap Muka Kembali Digelar

Bagi SMA/SMK Negeri di Blitar

15 September 2020, 10: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

JAGA JARAK: Beberapa siswa mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka, kemarin.

JAGA JARAK: Beberapa siswa mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka, kemarin. (SMAN 1 TALUN FOR RADAR BLITAR)

TALUN, Radar Blitar – Uji coba pembelajaran tatap muka bagi siswa SMA/SMK di Blitar kembali digelar, setelah sempat ditunda akibat perubahan zona merah penyebaran Covid-19. Pembatasan jumlah kehadiran siswa serta surat persetujuan orang tua tetap menjadi syarat utama dalam tatap muka. Selain itu, sekolah diwajibkan melakukan evaluasi pembelajaran dilakukan setiap satu minggu sekali.

Nah perubahan status atau warna pada suatu wilayah pada penyebaran Covid-19 turut menjadi faktor yang mempengaruhi uji coba tatap muka. Seperti di wilayah Blitar yang sedang menggelar uji coba tatap muka bagi siswa SMA/SMK. Diketahui kegiatan uji coba tersebut sempat dihentikan, akibat perubahan zona merah. Setelah kembali berstatus zona oranye kegiatan uji coba tatap muka kembali dilakukan sejumlah sekolah.

Sejumlah SMA/SMK negeri di Kota/Kabupaten Blitar kembali menggelar kegiatan uji coba tatap muka pada Senin (14/9). Dalam pelaksanaannya, pembatasan jumlah kehadiran siswa dilakukan sebanyak 25 persen. Selain itu, surat persetujuan dari orang tua juga menjadi syarat utama siswa dalam mengikuti kegiatan tatap muka di sekolah.

Kepala SMAN 1 Talun Gatot Wiyono mengatakan, pelaksanaan uji coba tatap muka dilakukan setelah perubahan zona pada wilayah Blitar.

Menurut dia, sesuai dengan aturan yang ada, sekolah dapat kembali menggelar tatap muka apabila berada pada wilayah dengan zona oranye hingga hijau. Pembatasan jumlah kehadiran siswa dilakukan sebanyak 25 persen dari total keseluruhan siswa di setiap sekolah. "Mulai hari ini (kemarin, Red) kami memang menggelar uji coba tatap muka, karena zona kita sudah kembali oranye. Lantas kami tentu menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan melakukan semuanya sesuai aturan berlaku. Termasuk membatasi jumlah kehadiran siswa sebanyak 25 persen," terangnya.

Hal senada diungkapkan Waka Kurikulum SMAN 1 Garum, Wiwin Dwi Setyaningsih. Dia menyebutkan, dalam pelaksanaan uji coba tatap muka ini hanya diikuti oleh sekitar sembilan siswa setiap kelasnya. Langkah pembatasan jumlah kehadiran siswa untuk menerapkan aturan jaga jarak. "Memang ada pembatasan jumlah kehadiran siswa. Kami menerapkan sistem bergilir atau menggunakan metode ganjil genap untuk mengatur kehadiran siswa. Jadi mulai dari kelas XI sampai XII siswanya gantian, hari ini (kemarin, Red) yang masuk absen ganjil dan hari berikutnya gantian absen genap yang masuk," jelasnya saat ditemui kemarin (14/9).

Dia mengatakan, surat persetujuan dari orang tua tetap menjadi syarat utama siswa dalam mengikuti uji coba tatap muka. Sekolah tidak memaksa siswa hadir mengikuti tatap muka apabila orang tua tidak mengizinkan. Sebab, sekolah maupun guru pengajar tetap memberi fasilitas belajar daring bagi siswa yang ikut pembelajaran di rumah. "Surat izin dari orang tua tetap wajib, jadi sekolah tidak memaksakan. Siswa masih dapat belajar daring, jadi secara bersamaan guru mengajar di kelas dan memberikan pemahaman bagi siswa di rumah," ujarnya.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Blitar Ramli mengatakan, kegiatan uji coba tatap muka kembali digelar karena wilayah Blitar berada di status zona oranye. Sehingga, sekolah kembali menggelar uji coba tatap muka sesuai dengan aturan surat keputusan (SK) bersama empat kementerian. "Siswa sudah masuk lagi, sudah bisa belajar tatap muka lagi. Mulai dari siswa SMA/SMK di kota dan kabupaten sudah bisa masuk, cuma dengan pembatasan 25 persen jumlah siswa," tuturnya.

Dia menjelaskan, pihaknya juga melakukan tahapan evaluasi bersama dengan seluruh pihak sekolah terkait pelaksanaan uji coba tatap muka. Tahapan evaluasi dilakukan untuk meminimalkan risiko penyebaran Covid-19, ataupun terjadinya klaster baru. Sehingga, setiap terjadi perubahan status pada wilayah secara otomatis akan mempengaruhi pelaksanaan tatap muka. "Kini zona wilayah kita sudah aman, sudah oranye kembali jadi kita bisa menggelar tatap muka kembali. Tetapi kalaupun ada merah lagi ya akan kita berhentikan sementara. Intinya kita akan terus koordinasi dan melakukan evaluasi untuk meminimalisir risiko yang ada," pungkasnya. (*)

(rt/ima/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia