alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > RaTu Event
icon featured
RaTu Event
Cerita Para Juara Favorit VDC 2k20 (1)

Perpanjang Latihan Bersama untuk Jaga Kekompakan

15 September 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TAMPIL MAKSIMAL: Tim Whtever berpose usai latihan. Tim ini sekaligus terpilih sebagai juara favorit Virtual Dance Competition.

TAMPIL MAKSIMAL: Tim Whtever berpose usai latihan. Tim ini sekaligus terpilih sebagai juara favorit Virtual Dance Competition. (WHTEVER FOR RATU)

Bermula iseng mengikuti lomba Virtual Dance Competition 2k20, justru mengantarkan Meitha Christy, Cindy Aurellia, dan Juventia Alexandrine, yang tergabung dalam grup Whtever berhasil menyabet gelar juara favorit. Bahkan dengan lomba ini dapat memotivasi ketiganya menjadi lebih produktif.

ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI, Kota, Radar Tulungagung

Senyum semringah tampak dari wajah imut Meitha Christy, Cindy Aurellia, dan Juventia Alexandrine usai menerima hadiah dari Jawa Pos Radar Tulungagung. Ketiga remaja yang tergabung dalam grup Whtever ini merupakan juara favorit dari perhelatan Virtual Dance Competition 2k20. Berhasil menyabet gelar sebagai juara favorit tidak pernah terlintas dalam benak ketiganya. Terlebih siswi-siswi SMP Katolik Santa Maria Tulungagung ini mengikuti lomba hanya sebatas iseng. “Dibilang menarget juara sebenarnya tidak, tapi pesimistis juga tidak. Jadi kami sepakat yang penting mencoba ikut aja dulu berpartisipasi dalam lomba,” jelas Meitha, -sapaan akrab Meitha Christy.

Dara kelahiran 30 Mei 2007 ini mengaku sejak tidak ada pembelajaran tatap muka di sekolah, membuat kegiatannya berkurang drastis. Tak jarang kondisi ini membuatnya bosan dan jenuh. Untuk itu, bersama kedua temannya ia pun memutuskan mengikuti kompetisi yang merupakan bentuk kerja sama antara Jawa Pos Radar Tulungagung dan Rumah Putih ini.

Butuh waktu sekitar tiga minggu bagi ketiganya untuk mempersiapkan diri ikut lomba. Mulai dari koreografi, dan juga kostum. Karena bertema kemerdekaan dan merah-putih, ketiganya pun memutuskan untuk mengenakan pakaian yang santai namun tetap sopan dan nyaman digunakan. “Untuk kostum kami memilih mengenakan jaket bisbol untuk bagian outer. Selain tampak lebih sporty, juga nyaman untuk dikenakan saat dance,” terangnya.

Disinggung mengenai tantangan saat mengikuti lomba, anak kedua dari empat bersaudara ini mengatakan karena sama-sama memiliki basic hobi modern dance, ketiganya hanya membutuhkan kekompakan saja. Sebab menyesuaikan detail setiap gerakan, dengan iringan musik juga membutuhkan chemistry. Untuk itu, ketiganya pun sepakat untuk lebih rutin berlatih, bahkan menjelang akhir perlombaan, jam latihan pun diperpanjang demi menjaga kekompakan ketiganya. “Paling sulit dari kerja tim seperti ini adalah kekompakan. Untuk itu sesuai arahan dari pelatih kami untuk memperbanyak latihan bersama agar kompak. Karena itu salah satu poin penilaian dari juri,” urainya.

Tak hanya itu, mewakili kedua temannya, Meitha pun mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia dan kru Jawa Pos Radar Tulungagung. Terlebih telah menyelenggarakan kompetisi virtual dance semacam ini di tengah pandemi Covid-19. “Bisa dibilang sangat suka dengan even ini karena kami yang bosan di rumah tetap bisa menggali hobi kami dan berusaha lebih produktif meskipun pandemi Covid-19,” tandasnya.(*)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia