alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Tunggu Dua Bulan Lagi

Wacana Pembelajaran Tatap Muka Tingkat SD

18 September 2020, 12: 02: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

KOTA, Radar Trenggalek - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Trenggalek enggan terburu-buru untuk membuka pembelajaran tatap muka untuk jenjang sekolah dasar (SD). Wacana pembelajaran tatap muka tingkat SD sejauh ini masih dipersiapkan.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, bercermin dari penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II di Jakarta, yang kembali terjadi peningkatan paparan virus korona. "Kita tahu perkembangan baru kasus Covid-19 kian melonjak. Di Jakarta juga kembali mewacanakan PSBB, jadi kita tidak mau buru-buru juga," ungkapnya.

Memang  Satgas GTPP Covid-19 Kabupaten Trenggalek telah mengizinkan jenjang SMP untuk gelar pembelajaran tatap muka selama dua bulan untuk uji coba. "Rencananya apabila selama dua bulan tidak terjadi penyebaran di klaster di tingkat SMP, maka akan kita buka untuk siswa SD. Namun tetap mengikuti perkembangan situasi covid-19 seperti apa. Jika aman, kita turunkan di tungkat SD kelas 6,5,4, dan seterusnya," sambungnya.

AGAR AMAN: Seorang guru yang sedang mengecek suhu tubuh salah satu siswi SMPN 4 Panggul.

AGAR AMAN: Seorang guru yang sedang mengecek suhu tubuh salah satu siswi SMPN 4 Panggul. (TOTOK FOR RADAR TRENGGALEK)

Secara teknis, kata dia, peta resiko Covid-19 di 14 kecamatan akan disebarkan ke sekolah-sekolah, kemudian mengimbau sekolah untuk mempersiapkan protokol kesehatan. "Saat ini akan ditambah 5 kecamatan yang zona hijau dan kuning, termasuk Kecamatan Bendungan, Kampak, Suruh," ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek Totok Rudijanto mengungkapkan, ada 34 dari 84 SMP yang sudah menggelar tatap muka. Rinciannya, pada tahap I, di wilayah Kecamatan Watulimo ada 4 lembaga. Tahap II, wilayah Kecamatan Kampak, Gandusari, Bendungan, Tugu, dan Suruh ada 13 lembaga. Tahap III, yakni di Kecamatan Dongko, Panggul, Durenan ada 14 lembaga. Adapun di Kecamatan Munjungan, ada 3 lembaga. “Semuanya masih sekolah negeri, kalau swasta masih persiapan,” kata dia. 

Totok menyinggung, ketika tidak ada kasus Covid-19 di tingkat SMP selama dua bulan (sejak peresmian pada 18 Agustus 2020). Maka, pembelajaran tatap muka untuk tingkat SD digelar. Sedangkan, kini untuk tingkat SD mulai mempersiapkan sarana dan prasarana sesuai protokol Covid-19. “Ketika jenjang SMA ada yang positif, pembelajaran tatap muka itu juga dihentikan. Di tingkat SMP pun sama. Tapi, belum ditemukan kasus Covid-19 untuk pelajar SMP selama ini,” ujarnya. 

Di sisi lain, kata dia, anggapan para wali murid SD soal pembelajaran tatap muka begitu bervariasi. Sebagai benang merah, untuk wilayah pinggiran Trenggalek banyak yang menghendaki agar menggunakan metode pembelajaran tatap muka. Sedangkan untuk wilayah kota, banyak wali murid yang menghendaki pembelajaran secara pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Jadi begitu bervariasi. Kalau di pinggiran pilih gelar tatap muka karena minim sinyal,” tegasnya. (*)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia