alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Input Nomor Ponsel Siswa Molor

Jumlah Ribuan, Khawatir Server Error

19 September 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

BANTUAN INTERNET: Seorang siswa sedang mengikuti pembelajaran secara daring dari rumahnya kemarin.

BANTUAN INTERNET: Seorang siswa sedang mengikuti pembelajaran secara daring dari rumahnya kemarin. (FIMA PURWANTI/RADAR BLITAR)

KANIGORO, Radar Blitar - Puluhan ribu siswa tingkat SD dan SMP di Kabupaten Blitar ditargetkan segera menerima subsidi kuota internet dari pemerintah pusat. Namun, banyaknya jumlah nomor ponsel siswa yang harus diinput dalam data pokok pendidikan (dapodik) membuat proses input data molor. Akhirnya, tahapan input nomor ponsel siswa tersebut terpaksa diperpanjang hingga 25 September mendatang.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberikan bantuan kuota internet bagi siswa tingkat SD dan SMP. Rencananya, subsidi yang berupa kuota internet tersebut akan disalurkan ke nomor ponsel siswa. Untuk besaran subsidi kuota internet ini sebesar 32 gigabyte (Gb) per siswa per bulan. Selain itu, subsidi kuota internet akan diberikan selama empat bulan, yakni mulai September hingga Desember 2020.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blitar Rahadian M. N. Akhsan mengatakan, pendataan atau input nomor ponsel siswa masih dilakukan hingga kini. Disdik telah menerima surat dari Kemendikbud mengenai perpanjangan waktu untuk proses input data ini ke dapodik. Banyaknya nomor yang harus diinput secara bersamaan, membuat sejumlah server error. "Sekarang masih tahap input data, karena diperpanjang lagi sampai 25 September ini. Seharusnya sampai 11 September lalu, tapi karena memang nomor ponsel banyak jadi harus diperpanjang, takutnya nanti server-nya error,” jelasnya.

Untuk diketahui, ada sekitar 100 ribu jumlah siswa yang akan mendapatkan subsidi kuota internet. Rinciannya yakni, untuk tingkat SD jumlah siswanya yakni sekitar 60 ribu hingga 70 ribu siswa. Sedangkan untuk lembaga SMP ada sekitar 30 ribu siswa.

Dia menyebutkan, subsidi kuota internet yang akan diberikan yakni sekitar 32 Gb per bulan. Baik siswa SD dan SMP, masing-masing akan mendapat subsidi bantuan tersebut selama empat bulan. Sementara untuk proses pencairannya, pihaknya belum bisa memastikannya, sebab itu kewenangan dari pusat. "Kalau untuk kapan realisasi pencairannya kami belum tahu, karena untuk kini yang diminta hanya melakukan pendataan. Namun yang jelas, setelah nomor ponsel itu diverifikasi, maka sudah pasti subsidi internet bisa segera diterima," ujarnya.

Di samping itu, Rahadian mengaku, pihaknya akan menyediakan surat keterangan pertanggungjawaban (SKPJ) sebagai bentuk pengawasan penggunaan subsidi kuota internet kepada siswa. Sehingga, nantinya setiap siswa melalui orang tua/wali murid akan menandatangi SKPJ tersebut. Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan subsidi kuota internet. "Untuk pengawasannya sudah pasti pemerintah pusat melakukan pembatasan situs, yang tidak berkaitan dengan materi pembelajaran. Kami juga akan membuat surat keterangan kepada orang tua untuk mengawasi anaknya dalam menggunakan internet selama di rumah," tegasnya. (*)

(rt/ima/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia