alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Tatap Muka Jalan Terus

Hanya Sekolah Bersangkutan Ditunda

21 September 2020, 11: 47: 48 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Kutipan

Kutipan

KOTA, Radar Tulungagung – Dua hari pasca menemukan kasus terkonfirmasi covid-19 pada dunia pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Tulungagung-Trenggalek menegaskan tidak akan menghentikan proses pembelajaran tatap muka di seluruh lembaga sekolah. “Pembelajaran tatap muka secara keseluruhan tetap berjalan, hanya di sekolah yang bersangkutan saja yang harus ditunda,”jelas Kepala Cabdindik Provinsi Jatim Wilayah Tulungagung-Trenggalek, Solikin.

Solikin mengatakan, langkah penghentian pembelajaran tatap muka tidak perlu dilakukan untuk saat ini. Mengingat, penemuan kasus terkonfirmasi pada kalangan guru SMA ditemukan sebelum proses pembelajaran tatap muka dilakukan. Sehingga hal tersebut tidak akan menularkan kepada para siswa. Namun demikian, ini menjadi peringatan bagi sekolah-sekolah yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka sejak akhir Agustus lalu. “Untuk sekolah yang sudah menggelar tatap muka memang harus lebih waspada lagi, jaga kesehatan terapkan protokol kesehatan itu yang utama supaya tidak ada klister-klaster baru di sekolah,”terangnya.

Seperti diberitakan pada radartulungagung.jawapos.com beberapa waktu lalu, satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 mengkonfirmasi empat guru SMA terkonfirmasi Covid-19 pada 18 September lalu. Selain itu, petugas juga menemukan seorang siswa SMK yang terkonfirmasi Covid-19 berinisial HNA. Sehingga petugas melakukan pemeriksaan rapid diagnostic test (RDT) terhadap 147 siswa yang memiliki kontak erat dengan HNA. Hasilnya delapan siswa dinyatakan reaktif rapid. Sementara pada 19 september, satuan GTPP Covid-19 kembali mengkonfirmasi seorang guru yang terkonfirmasi Covid-19.

Infografis

Infografis

Sementara itu, Wakil Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro mengatakan, memang beberapa sekolah sudah mengajukan untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Namun untuk saat ini akan pangujuan tersebut akan dihentikan terlebih dahulu hingga tim tracing sudah selesai. “Kami sudah berkomunikasi dengan kepala sekolah untuk diundur dulu pembelajaran tatap mukanya. Hingga tim sudah selesai melakukan tracing,” tuturnya.

Galih, –sapaan akrabnya menjelaskan, sedangkan untuk sekolah yang sudah terlanjur melakukan pembelajaran tatap muka tetap bisa dilanjutkan. Dengan catatan tetap melakukan koordinasi dengan gugus tugas dan terus melakukan evaluasi untuk menghindari penyebaran Covid-19. “Untuk sekolah yang sudah tatap muka tetap bisa dilanjutkan, dan kami akan terus melakukan evaluasi,” jelasnya.

Pria berkacamata itu juga menambahkan, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada SD dan SMP dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Tulungagung untuk membatasi jumlah siswa yang melakukan luring. Pasalnya, pihaknya masih menemukan kelompok belajar yang melakukan luring lebih dari tiga orang. “Memang kemarin kami mengelurkan aturan maksimal luring hanya untuk lima siswa saja. Tapi setelah ada kasus di Pagerwojo, maka kami mengurangi menjadi maksimal tiga siswa dan satu pengajar, serta tidak boleh melakukan kontak fisik,” pungkasnya. (*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia