alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Mayoritas Wali Murid Setuju Pembelajaran Luring

23 September 2020, 09: 27: 04 WIB | editor : Alwik Ruslianto

SEMANGAT: Beberapa anak pramuka sedang mengikuti kegiatan outdoor dengan menggunakan face shield di SDN 2 Sengon beberapa waktu lalu.

SEMANGAT: Beberapa anak pramuka sedang mengikuti kegiatan outdoor dengan menggunakan face shield di SDN 2 Sengon beberapa waktu lalu. (TAUFIQ FOR RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Beberapa sekolah dasar (SD) di Trenggalek mulai mempersiapkan diri untuk membuka kembali pembelajaran secara luar jaringan (luring). Khususnya sekolah yang berada di daerah pegunungan, banyak wali murid memilih pembelajaran luring ketimbang dalam jaringan (daring).

Kepala SDN 2 Sengon Kecamatan Bendungan Taufiq mengaku, sudah melakukan pertemuan dengan paguyuban kelas untuk mensosialisasikan pembelajaran luring atau tatap muka. Dari situ, pihaknya meminta para wali murid untuk membuat surat pernyataan apakah mengizinkan anaknya mengikuti pembelajaran luring atau tidak. "Kami sebatas melihat kesiapan wali murid saja, tidak dengan surat bermaterai," ungkapnya.

Dari surat pernyataan yang terkumpul, beber dia, ternyata semua wali murid mengizinkan anaknya untuk mengikuti pembelajaran secara luring lagi. Adapun pertimbangan dari para wali murid, yakni melihat aspek psikologis anak yang rindu berinteraksi dan bertemu dengan teman-temannya. Selain itu, kata dia, ada beberapa materi pembelajaran yang tidak bisa disampaikan secara daring. 

Titik-titik blank spot atau daerah minim sinyal diakui Taufiq juga berpengaruh kendati tidak terlalu signifikan. Menurut dia, dari 98 murid di SDN 2 Sengon, ada empat anak yang tidak memiliki gawai di rumahnya. Pihak sekolah pun menyiasatinya dengan meminjami gawai untuk keempat siswa melalui dana afirmasi. "Ada yang bergabung dengan teman terdekatnya. Ada juga yang mengerjakan tugas daringnya setelah kakaknya pulang bekerja," ujarnya.

Sebelum benar-benar membuka pembelajaran luring untuk semua kelas. Taufiq mengaku, sekolah sudah mempersiapkan beberapa persyaratan agar pembelajaran luring aman ditengah Covid-19. "Tentunya, kami pun juga memberi persyaratan-persyaratan yang akan kami terapkan," ungkapnya.

Semisal, lanjut Taufiq, syarat dimana anak didik harus sarapan atau membawa bekal dari rumah sebelum mengikuti pembelajaran luring, agar mereka tidak sampai jajan di sekolah. Selain itu, aturan standar antisipasi Covid-19, yaitu menyediakan hand sanitizer, tempat cuci tangan, sabun, dan sebagainya. "Usai pembelajaran luring, kami juga menyemprotkan desinfektan. Kami dapat informasi dari puskesmas, kalau desinfektan bisa bertahan selama tiga hari," tegasnya.

Sementara Kepala SDN 2 Surodakan Kecamatan Trenggalek Unik Maryani mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan puskesmas untuk menggelar pembelajaran secara luring. "Rapat masih sekitar minggu ini, setelah mendapat izin dari OPD terkait, baru akan membuka pembelajaran luring," ujarnya. (*)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia