alexametrics
Rabu, 28 Oct 2020
radartulungagung
Home > Politik
icon featured
Politik

Tiga Orang Bapaslon Belum ada SK Mundur

23 September 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TUNGGU SK PENGUNDURAN DIRI: Situasi di kantor KPU Trenggalek yang hari ini dilakukan pleno penetapan paslon secara tertutup.

TUNGGU SK PENGUNDURAN DIRI: Situasi di kantor KPU Trenggalek yang hari ini dilakukan pleno penetapan paslon secara tertutup. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Dimungkinkan dalam penetapan pasangan calon (paslon) yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek hari ini (23/9), tidak ada kejutan yang berarti. Pasalnya, kedua bakal paslon (bapaslon) Ipin – Syah dan Totok – Zaenal telah memenuhi berbagai persyaratan pencalonan yang telah ditetapkan.

Hal itu terlihat, berdasarkan hasil tes kesehatan baik jasmani dan rohani, juga bebas narkoba kedua bapaslon hasilnya memenuhi syarat. Selain itu, dalam perbaikan berkas yang dilakulan, kedua bapaslon telah menyetorkan berkas yang diperlukan tepat waktu. "Jadi kemungkinan besar pada rapat pleno penetapan paslon yang kami lakukan besok (hari ini, red), tidak ada perubahan dalam proses pencalonan, sebab sementara ini berkas kedua pasangan telah memenuhi syarat," ungkap Ketua KPU Trenggalek Gembong Derita Hadi.

Dia melanjutkan, itu terlihat mengingat berdasarkan verifikasi yang dilakukan KPU, kekurangan berkas pada masing-masing orang tiap bapaslon tersebut adalah surat pajak tahunan (SPT). Sehingga, kekurangan tersebut bisa dengan mudah diperbaiki masing-masing bapaslon. "Dalam perbaikan berkas sendiri kami memberi waktu dua hari bagi masing-masing bapaslon setelah penyerahan tes kesehatan, dan semuanya telah melengkapinya," ungkapnya.

Sebenarnya dalam pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati (pilbup) 2020 ini, masih ada berkas yang harus dipenuhi bagi tiga orang. Berkas tersebut adalah surat keputusan (SK) mundur sebagai pegawai BUMN untuk satu Alfan Rianto, dan SK mundur sebagai anggota DPRD bagi Syah M. Nata Negara dan Zaenal Arifin. Sebab hanya satu orang yang telah memenuhi, yaitu surat izin cuti sebagai bupati pada masa kampanye oleh Mochamad Nur Arifin.

Kendati demikian hal tersebut tidak mempengaruhi penetapan paslon, sebab  persyaratannya hanya surat pernyataan sanggup keluar dari masing-masing instansi jika telah ditetapkan sebagai paslon, atau surat bukti proses pengunduran dirinya. "Dalam aturan, SK itu harus ada maksimal satu bulan sebelum pencoblosan, makanya kami menyadari hal ini, sebab setiap instansi memiliki proses sendiri-sendiri dalam penerbitan SK itu," jelasnya.

Hal itu diakui oleh salah satu bakal calon bupati (Bacabup) Alfan Rianto Muasir. Menurut dia, sekitar satu bulan lalu sebelum melakukan pendaftaran, dirinya telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai direktur salah satu BUMN. Sehingga saat ini kemungkinan surat pengunduran dirinya sudah diproses di Kementerian BUMN. "Jadi saya sudah mundur dari direksi BUMN, sedangkan untuk SK berdasarkan informasi tinggal ditandatangani oleh Pak Erick Thohir (Menteri BUMN, red) saja," imbuhnya. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia